"Saya menghormati Gerindra berpendapat. Tetapi kalau hanya mengais perhatian atau cari popularitas, ajak yang lain. Jangan sendirian," sindir Priyo di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/1/2010).
Priyo mempaparkan bahwa pembahasan ulang rencana pembangunan gedung baru DPR telah tuntas sebelum masa reses tahun baru 2011. Rapat berlangsung antara pimpinan DPR dengan seluruh pimpinan fraksi yang ada di DPR, termasuk di antaranya Ketua Fraksi Gerindra Pius Lustrilanang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun putusan yang disepakati adalah bahwa pelaksanaan pembangunan ditunda untuk lalu dilanjutkan pada 2011. Sambil menunggu tiba waktunya, dilakukan upaya menekan anggaran pembangunan semaksimal mungkin agar gedung baru itu tidak mengesankan mewah melainkan seperti perkantoran biasa.
"Saya memohon - baru sekali ini saya memohon - agar semua pihak tidak membayangkan gedung ini mewah. Tidak ada kolam renang. Paling nanti perlu ada ruangan yang interiornya agak gimana (baik -red) buat menjamu tamu-tamu," sambung politisi Partai Golkar itu.
Lebih lanjut dia menegaskan, engadaan gedung baru bagi anggota DPR merupakan konsekuensi dari bertambahnya staf ahli dan berbagai kebutuhan lain. Bila memang akhirnya proyek itu ditolak, maka UU APBN yang mengesahkan anggaran untuk pembangunannya terlebih dahulu harus dibatalkan.
"Sebenarnya bisa saja gedung yang lama dipertahankan, tapi dibuatkan barak-barak seperti di pinggir rel kereta api. Itu kalau mau, tapi kan ya nggak mungkin," celetuk Priyo.
(lh/nrl)











































