Namun menurut Wakil Gubernur DKI Prijanto, penanganan macet dianggap lebih sulit dibanding banjir.
"Kalau ibarat perang, banjir itu musuhnya jelas, air. Waktunya jelas, akhir tahun tapi kalau macet itu sifatnya komplek dan dinamis," ujar Prijanto kepada wartawan di kantornya, Jl Medan Merdeka Selatan, Jumat (14/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perlu waktu, biaya yang besar dan kemauan. Tapi permasalahan banjir ituย lebih mudah ditangani sebetulnya," terangnya.
Sedangkan macet menurut pria yang akrab disapa Pri ini, terlalu kompleks masalah yang dihadapi Ibukota sehingga penyelesaiannya pun tidak mudah. Macet dianggap lebih variatif penyebab dan juga solusinya.
"Kalau macet itu solusinya lebih sulit. Semua ahli ngomong, solusi macet itu harus dengan penataan transportasi yang integral," terangnya.
Saat ini, DKI sedang melakukan pembangunan infrastruktur dan juga perbaikan transportasi massal.
"Kita sedang membangun jalan layang, selain itu saya juga sudah minta Dinas Perhubungan untuk menambah armada bus TransJ. Ini solusi-solusi yang kita lakukan di samping itu, pembatasan kendaraan (ERP) dan pembangunan moda transportasi lainnya juga terus kita lakukan," imbuhnya.
(her/anw)











































