"Perdebatan impeachment berhenti ketika mereka berbicara kepentingan masing-masing, apalagi ketika mereka berhadapan dengan kenyataan bahwa sumber-sumber yang mereka butuhkan banyak di eksekutif," kata pengamat politik dari Geschellscahft fuer Techniche Zeichen ( GTZ), Cecep Effendi.
Hal tersebut dia sampaikan usai acara diskusi di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (14/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Cecep, baik partai koalisi atau oposisi akan berfikir dua kali sebelum menjatuhkan pemerintah. Dia menduga, kemudahan pengajuan hak menyatakan pendapat hanya akan jadi alat gertak.
"Partai-partai juga tidak yakin dengan kemampuannya, sekalipun PDIP yang mengaku oposisi masih gamang," tegasnya.
"Hanura boleh berbicara banyak, tapi pada akhirnya mereka nggak mungkin berjalan sendiri, karena membutuh support parpol lain. Ketika kebutuhan untuk menggalang dukungan bersama, pada akhirnya kepentingan mereka bervariasi," sambungnya.
Diterangkan Cecep, putusan MK hanya akan dijadikan untuk mengambil simpati publik. Partai-partai akan menampakkan diri sebagai partai yang bertarung dalam isu publik. Meskipun kenyataannya berbeda.
"Tapi ketika bergerak lebih jauh menuju impeachment, berbagai kepentingan berbenturan. Pada akhirnya partai yang semula berinisiatif (impeachment), kemudian ragu," tutupnya.
(mad/anw)










































