Kabar tersebut beredar luas melalui SMS, termasuk di wartawan. SMS yang juga diterima detikcom berbunyi, 'Sahabat-sahabat Ansor, kami sangat prihatin dengan adanya intervensi pihak luar terhadap Kongres Ansor. Yang kami tahu, seorang pengusaha berinisial ARB telah menggelontorkan dana Rp 100 miliar untuk menggolkan NW sebagai Ketum GP Ansor agar Ansor bisa ditarik ke ranah politik. (Timses Khatibul Umam W)'.
Kontan saja Humas tim sukses Khatibul Umam Wiranu, Giri Sancoko kebakaran jenggot dengan beredarnya SMS yang mencatut timnya. Saat dikonfirmasi, Giri sangat menyesalkan dan mengutuk penyebar SMS gelap itu. Anggota FPD DPRD Jatim ini menegaskan bahwa pihaknya sejak awal sudah menegaskan akan 'bertarung' dengan cara-cara yang santun dan bersih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tetapi, bagi tim sukses Khatibul Umam Wiranu, pihaknya sudah memprediksi adanya saling menyerang kandidat satu dengan kandidat lainnya di Kongres GP Ansor ini.
"Sudah kita duga sejak awal bahwa upaya mengadudomba akan terjadi. Dan ini politik, bisa saja ada skenario menciptakan orang lain sebagai orang yang teraniaya," jawabnya tanpa menyebut siapa orang yang dinilainya tersebut.
Justru dengan beredarnya SMS yang mengatasnamakan Tim Sukses Khatibul Umam
Wiranu yang menyerang kandidat lain adalah membuktikan sosok kebesaran Khatibul Umam Wiranu. "Ada yang tidak ingin Pak Khatibul memimpin Ansor, caranya ya itu tadi, kita diadudomba," katanya.
Kandidat Ketum GP Ansor yang sudah meramaikan bursa sudah diantaranya, Khatibul Umam Wiranu, politikus yang pada awal 2000-an awal aktif di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Bahkan, ia sempat menjadi anggota DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) dalam kurun waktu 2000-2004, sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) Alwi Shihab yang dipilih menjadi Menteri Luar Negeri di era Presiden KH Abdurrahman Wahid. Namun di periode 2009-2014 justru Khatibul Umam Wiranu bergabung ke Partai Demokrat dengan menjadi anggota Komisi II DPR.
Sedangkan, Nusron Wahid adalah kandidat calon Ketum GP Ansor yang saat ini berkarir politik di Partai Golkar dan pernah menjabat sebagai Ketua Umum PB PMII. Malik Haramain, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga Sekjen PP GP Ansor. Munawar Fuad mantan Sekjen GP Ansor. Marwan Jakfar, politisi partai yang diketuai Muhaimin Iskandar dan menjabat sebagai Ketua Fraksi PKB. Namun diperkirakan dalam perjalanan nanti akan muncul nama-nama baru lagi.
(bdh/nwk)











































