Wakil Ketua Umum GP Ansor Umarsyah HS, kepada detikcom.com, Kamis (13/1/2011) mengatakan, adanya kandidat non partisan dalam Kongres ke-XIV memang tidak bisa dihindari. Meski demikian, pihaknya tetap akan menekankan pentingnya menjaga independensi GP Ansor agar tidak jauh dari tujuan awal pendiriannya.
"Kami sudah sampaikan ke masing-masing kepengurusan daerah yang memiliki hak suara, apapun dan siapa pun calon yang didukung hendaknya tetap menjaga independensi," kata Umarsyah.
Sikap independen pada diri GP Ansor, siapa pun nantinya yang terpilih menjadi ketua dianggap sangat penting, apalagi apabila melihat salah satu fungsi organisasi tersebut sebagai ujung tombak dalam kaderisasi NU. Terlebih dengan suburnya pluralisme di Indonesia, Ansor diharapkan juga bisa menunjukkan peran aktifnya.
"Sekarang banyak aliran baru bermunculan, dimana NU diharapkan bisa menjadi penengah. Dari NU sendiri pastinya Ansor juga akan ambil bagian, bagaimana bisa menunjukkan peranannya. Nah dengan macam-macam latar belakang yang saat ini ada di Ansor, itulah yang nantinya akan kita gandeng dan kita manfaatkan," papar Umarsyah.
Sementara salah satu kandidat calon ketua Choirul Sholeh Rasyid mengatakan, dia sangat sepakat dengan desakan agar Ansor kedepan bisa menjadi pemersatu bangsa. Bahkan lelaki yang saat ini menjabat sebagai salah satu Ketua PP GP Ansor tersebut mengaku mengusung semangat yang didengungkan pengurus dalam misi pencalonannya.
"Intinya saya memang ingin Ansor bisa menjadi pemersatu bangsa. Saya ingin fungsi kepemudaan, keumatan dan kebangsaan dikembalikan sesuai fungsinya, agar Ansor bisa mendorong majunya bangsa Indonesia," ungkap Gus Irul, sapaan akrab Choirul Sholeh Rasyid.
Gus Irul yang tercatat sebagai satu-satunya kandidat non partisan dalam Konggres GP Ansor ke-XIV juga mengungkapkan, apabila nantinya terpilih siap membawa organisasi yang dipimpinnya kembali ke khitah, seperti yang dijalankan kepengurusan PBNU saat ini.
"Internal jelas kami akan mendukung NU. Eksternalnya, dengan keberagaman yang saat ini ada akan kami jadikan semangat menjaga pluralisme, menggandeng potensi yang ada, tapi tetap independen," ucap Gus Irul.
(ze/ddt)











































