Malaysia Sepakati Tiga Tuntutan Mou TKI

Malaysia Sepakati Tiga Tuntutan Mou TKI

- detikNews
Kamis, 13 Jan 2011 22:16 WIB
 Malaysia Sepakati Tiga Tuntutan Mou TKI
Surabaya - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (mennakertrans) Muhaimin Iskandar menegaskan jika Pemerintah Malaysia akhirnya menyepakati untuk memenuhi tiga tuntutan yang tercantum dalam MoU dengan Indoensia. Dirinya berharap aturan ini diberlakukan mulai bulan Februari 2011.

Ketiga tuntutan yang dimaksud Muhaimin yakni satu hari libur dalam seminggu, paspor dipegang oleh tenaga kerja dan biaya penempatan ditanggung kedua belah pihak yakni Indonesia dan pengguna jasa atau majikan di Malaysia.

Meski begitu, kata Muhaimin, pihaknya masih menunggu satu tahap lagi yakni keputusan di parlemen untuk menuntaskan kesepakatan tersebut. "Kita sekarang lagi menunggu satu tahap lagi. Paling tidak satu bulan lagi kita bisa berlakukan," katanya kepada wartawan usai menghadiri pembukaan Kongres XIV GP Ansor di Lapangan Makodam V Brawijaya, Kamis (13/1/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ke depan, pemerintah akan membidik negara-negara maju sebagai tujuan pengiriman TKI diantaranya, New Zealand, Australia, Jerman dan Amerika Serikat. Pasalnya, kata Muhaimin pada tahun 2010 lalu TKI yang dikirimkan ke luar Negeri hampir merata di sektor formal.

"Dari 1 juta TKI, 30 persen diantaranya bekerja di sektor formal dan sisanya di sektor rumah tangga," ujarnya.

"Untuk tahun 2011, sektor yang akan ditawarkan sebagian besar sektor formal seperti perawat, tenaga medis, mekanik, pengeboran dan mekanik," imbuhnya.

Cak Imin demikian sapaan akrab Muhaimin juga menyebutkan jika pemerintah menyetop pengiriman TKI ke Yordania dan Kuwait. Karena penghasilan TKI sangat rendah.

Saat ini, kata Muhaimin juga terus melakukan verifikasi perusahaan jasa layanan TKI dan berjanji tidak akan berkompromi bagi perusahaan yang nakal.

"Tidak ada kompromi untuk yang nakal. Bahkan kita sudah membekukan PJTKI yang mengirim Sumiati (TKW korban penganiayaan di Arab Saudi-red). Kita juga terus membina mereka dan meningkatkan mutu," tutupnya. (ze/ddt)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini