Ketiga tuntutan yang dimaksud Muhaimin yakni satu hari libur dalam seminggu, paspor dipegang oleh tenaga kerja dan biaya penempatan ditanggung kedua belah pihak yakni Indonesia dan pengguna jasa atau majikan di Malaysia.
Meski begitu, kata Muhaimin, pihaknya masih menunggu satu tahap lagi yakni keputusan di parlemen untuk menuntaskan kesepakatan tersebut. "Kita sekarang lagi menunggu satu tahap lagi. Paling tidak satu bulan lagi kita bisa berlakukan," katanya kepada wartawan usai menghadiri pembukaan Kongres XIV GP Ansor di Lapangan Makodam V Brawijaya, Kamis (13/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari 1 juta TKI, 30 persen diantaranya bekerja di sektor formal dan sisanya di sektor rumah tangga," ujarnya.
"Untuk tahun 2011, sektor yang akan ditawarkan sebagian besar sektor formal seperti perawat, tenaga medis, mekanik, pengeboran dan mekanik," imbuhnya.
Cak Imin demikian sapaan akrab Muhaimin juga menyebutkan jika pemerintah menyetop pengiriman TKI ke Yordania dan Kuwait. Karena penghasilan TKI sangat rendah.
Saat ini, kata Muhaimin juga terus melakukan verifikasi perusahaan jasa layanan TKI dan berjanji tidak akan berkompromi bagi perusahaan yang nakal.
"Tidak ada kompromi untuk yang nakal. Bahkan kita sudah membekukan PJTKI yang mengirim Sumiati (TKW korban penganiayaan di Arab Saudi-red). Kita juga terus membina mereka dan meningkatkan mutu," tutupnya. (ze/ddt)










































