Ditemui detiksurabaya seusai menghadiri pembukaan Kongres GP Anshr ke-XIV di Makodam V/Brawijaya, pria yang akrab disapa Kang Said ini mengatakan, latar belakang beragam pada sejumlah kandidat ketua GP Ansor tidak perlu diperdebatkan. Kondisi ini justru dianggapnya
sebagai pertanda baik, di mana Anshor ada di mana-mana dan bisa diterima semua kalangan.
"Semakin banyak calon dan semakin beragam latar belakangnya, itu justru semakin bagus," kata Kang Said, Kamis (13/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak menyebut nama, biar ditafsirkan dan diraba oleh mereka yang memiliki hak suara. Yang jelas orang baik sangat dibutuhkan untuk memimpin Ansor mendatang, agar keberadaannya juga bisa membantu NU dalam upayanya ikut membesarkan bangsa," tegas Kang Said.
Lebih lanjut mengenai keberagaman latar belakang kandidat calon ketua GP Ansor, Kang Said justru memilih berpesan agar diantara mereka mengedepankan etika dan moral dalam persaingan. Cara-cara kotor seperti money politic diminta dijauhkan, agar hasil yang didapatkan memuaskan dan pelaksanaan konggres dijauhkan dari kemungkinan ricuh.
"Saya minta ke semua calon, jangan halalkan segala cara dalam proses mencari kemenangan. Tetap jaga etika dan moral, dan yang terpenting jangan sampai ada asbak atau kursi melayang dalam pelaksanaan kongres," tandas Kang Said.
Kongres GP Ansor ke-XIV digelar di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, yang berlangsung 13-17 Januari 2011, akan menjadi ajang pertarungan 7 kandidat. Dari 7 kandidat tersebut, 6 diantaranya berangkat dengan berlatar belakang politikus, masing-masing Chotibul Umam Wiranu (Demokrat), Nusron Wahid (Golkar), A.Malik Haramaian dan Marwan Ja'far (PKB), Saifulloh Tamliha (PPP), serta Sekretaris DPW Ansor Jawa Timur yang juga anggota DPRD Surabaya, Masduki Toha.
Hingga saat ini hanya ada 1 kandidat yang tidak berangkat dari partai politik, yaitu Choirul Sholeh Rasyid. Lelaki asli Jawa Timur ini merupakan kader murni GP Ansor dan saat ini menjabat sebagai salah satu ketua dalam kepengurusan lama.
Gus Irul, demikian Choirul Sholeh Rasyid biasa disapa, juga memiliki rekam jejak baik dalam kepengurusan GP Ansor. Dia adalah mantan Wakil Sekjend GP Ansor dan Sekjen pada kepengurusan tahun 1999-2000, serta saat ini masih menjabat sebagai salah satu ketua.
(bdh/ndr)











































