"Saya juga bersyukur dan sungguh berbahagia setelah beberapa kali hadir memenuhi undangan GP Anshor, kali ini saya hadir didampingi oleh Ketua Umum PBNU. Ini menunjukkan peran NU yg tepat tidak berkoalisi dengan pemerintah tapi sekali-sekali memberikan kritik, rekomendasi dan pandangan-pandangan untuk kebaikan pemerintah dan sekali-sekali memberikan dukungan manakala pemerintah memerlukan dukungan dari komponen bangsa," katanya saat memberikan sambutan dalam pembukaan Kongres
XIV GP Anshor di Lapangan Makodam V Brawijaya, Kamis (13/1/2011).
Dalam kesempatan ini, SBY juga mengaku di depan para kyai dan ulama NU yang juga hadir jika dirinya sengaja menjaga jarak dengan NU dalam masa Pemilu 2009. Karena SBY tidak ingin NU tertartik dalam urusan politik yang tidak sepatutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Presiden RI ke-6 iniย mengakuijika dirinya masih menyayangi dan menghormati para ulama dan PBNU sebagai organisasi yang memiliki perjuangan penting di Indonesia.
Selain itu, SBY juga mengungkapkan jika NU dan GP Anshor sangat berperan besar dalam memajukan bangsa Indonesia dan percaya akan tercatat abadi dalam sejarah perjuangan bangsa. Serta berharap untuk diteruskan dan berbuat yang terbaik.
"Saya juga mencatat betapa besar peran dan kontribusi bukan saja NU tapi GP Anshor sejak dilahirkan hingga hari ini dalam memajukan bangsa Indonesia. Yang saudara lakukan tercatat abadi dalam sejarah kita. Saya berharap silakan diteruskan untuk berbuat yang terbaik bagi seluruh rakyat indonesia," harapnya.
(bdh/anw)











































