"Jumlah kunjungan turun 70 persen. Walaupun sebetulnya, masih ada dua jalur alternatif untuk putusnya akses jalan raya Magelang-Yogya," kata Kepala PT Taman Wisata Candi Borobudur (PT TWCB), Pujo Suwarno, kepada detikcom, Kamis (13/01/2011).
Β
Pujo menyatakan kunjungan wisatawan pasca erupsi mencapai antara 15 ribu-17 ribu per harinya. Namun kemudian jumlah itu menurun drastis. Pada Rabu (12/1) kemarin, hanya ada 653 orang yang berkunjung ke Borobudur. Sepinya kunjungan ini juga dikeluhkan para pedagang, tukang foto dan suvenir.
Hal ini dikarenakan, 85 persen pengunjung Borobudur dari Yogyakarta dan Solo adalah yang menggunakan jalan raya Magelang-Yogya. Sedangkan, 15 persen pengunjung datang dari arah utara atau Semarang.
"Padahal sudah dilakukan pemulihan pasca Borobudur terselimuti abu vulkanik. Kunjungan sempat naik 500 persen, namun setelah lahar dingin turun drastis karena wisatawan membatalkan atau menunda kunjungannya," kata Pujo.
Pujo menyatakan untuk mendongkrak kembali kunjungan wisatawan, pengelola akan menggandeng beberapa instansi seperti Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang, Sleman dan Kulonprogo. Hal ini terkait dengan pemasangan tanda-tanda pengalihan arus.
Ada dua jalur alternatif ke Borobudur tanpa melewati jalur yang terendam banjir lahar dingin. Jalur pertama adalah Yogyakarta, Tempel (Sleman), Ngluwar (Magelang), Dekso (Magelang), Jagalan (Magelang) dan akhirnya sampai ke Candi Borobudur(Magelang). Jalur ini bisa dilalui sepeda motor dan mobil.
Jalur kedua adalah Yogyakarta, Tempel (Sleman), Semen (Magelang), Ngluwar (Magelang), Dekso (Magelang), Jagalan (Magelang), Muntilan (Magelang), Palbapang (Magelang), akhirnya ke Candi Borobudur (Magelang). Jalur ini bisa dilalui dengan bus wisata.
(fay/fay)











































