"Kami tersinggung dengan jaksa. Kalau kami bertanya, tertawa-tawa sambil nunjuk-nunjuk. Maksudnya apa?" protes Ari Yusuf Amir, salah seorang pengacara Susno di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Kamis (13/1/2010).
"Saya tersinggung dengan penuntut yang itu, kalau kami bertanya dia tersenyum sinis. Tetapi kalau diberi waktu bertanya, nanya begini-begini. Apalagi sama jaksa yang satu itu, senyumnya seperti banci," timpal pengacara lain, Henry Yosodiningrat sambil tangannya menunjuk jaksa Narendra Jatna.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Senyum yang tadinya sering terlontar langsung menghilang. Badan yang biasanya disandarkan ke kursi, diangkat dan tegap memperhatikan dialog pengacara dan saksi ahli.
"Susah jadi jaksa. Muka saja jadi bahan pertimbangan penasehat hukum. Nanti kalau nggak ganteng, minta jaksa diganti," ucap Narendra Jatna usai sidang.
Tudingan tersebut sebagai puncak perdebatan antara pengacara dan Iza Fadli. Pengacara menilai Iza tidak pantas duduk di kursi saksi ahli, sementara Iza membela diri. Pertentangan itu berkali-kali di tengahi hakim Charis Mardiyanto, namun berkali-kali pula keduanya terlibat perdebatan alot.
Saat sidang selesai, Iza bersalaman dengan Susno. Namun saat melewati kursi para pengacara, Iza melengos dan memilih meninggalkan sidang cepat-cepat.
(Ari/mok)











































