154 Pengungsi Banjir Lahar Dingin di Magelang Terlantar

154 Pengungsi Banjir Lahar Dingin di Magelang Terlantar

- detikNews
Kamis, 13 Jan 2011 16:02 WIB
154 Pengungsi Banjir Lahar Dingin di Magelang Terlantar
Magelang - Sedikitnya 154 pengungsi banjir lahar dingin dari Desa Sirahan, Kecamatan Muntilan, Magelang, Jawa Tengah sudah 4 hari terlantar di pengungsian SD Negeri Sriwedari, Magelang. Mereka belum mendapatkan bantuan apapun.

Kebutuhan mereka seperti logistik, air minum, kesehatan dan perlengkapan di pengungsian menggunakan peralatan yang mereka bawa sendiri dari Desa Sirahan. Pengakuan itu disampaikan oleh Rohana (37) salah satu pengungsi yang ditemui detikcom, Kamis (12/1/2011) di SDN Sriwedari, Kecamatan Ngluwar, Magelang.

"Sudah empat hari di sini, tapi belum ada bantuan dan masih urus diri sendiri. Untuk makan saja dan untuk alat makan cari sendiri. Dari kelurahan belum ada bantuan. Untuk kesehatan baru sekali ada puskesmas keliling," tegas Rohana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rohana menyatakan selain kebutuhan makanan yang dipenuhi sendiri, ratusan pengungsi ini secara swadaya juga membangun dapur umum sendiri sejak Rabu (11/1) sore lalu. Menurut Rohana, sampai saat ini penanganan pengungsi terkesan lambat.

Keluhan yang sama juga disampaikan oleh Sunyoto, warga Desa Sirahan. "Kami sudah mengungsi selama empat hari, tapi belum ada pihak pemerintah yang memberikan bantuan ke sini," kata Sunyoto.

Sunyoto mengatakan, kebutuhan logistik seperti MCK, susu, popok dan lainnya, sangat penting dibutuhkan oleh mereka. Sementara itu, relawan dari Desa Sirahan, Hendro kepada detikcom menyatakan penanganan pengungsi di SDN Sriwedari sangat tidak layak.Β Β 

"Masih banyak kekurangan logistik, untuk kesehatan sudah coba menghubungi pemerintah terdekat, tidak ada penanganan. Kondisi pengungsi pas-pasan. Reaksi pemerintah terkesan lamban membuat kita agak kewalahan," keluh Hendro.

Untuk makan, menurut Hendro, mereka menunggu drop bantuan dari posko swadaya bencana lahar dingin di Desa Sirahan. Kalau menunggu drop bantuan, mereka terpaksa makan 4 hari sekali.

"Mereka makan nasi bungkus sebanyak sekali selama empat hari. Itu khan sangat kasihan," kata Hendro.

(fay/fay)


Berita Terkait