"Dengan adanya pembangunan jalan layang itu, pasti menimbulkan macet. Tapi penutupan belum ada, karena jalan masih bisa dilewati oleh kendaraan," jelas Kasubdit Dikyasa Polda Metro Jaya, AKBP Kanton Pinem saat dihubungi wartawan, Kamis (13/1/2011).
Pinem mengungkapkan, sejauh ini, pihak kontraktor belum melakukan pengerjaan seperti penggalian dan pengeboran. Namun, sejumlah peralatan telah ditempatkan di lokasi proyek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan adanya penempatan peralatan proyek, jalan yang semula dilalui 4 lajur kendaraan, kini menyempit menjadi 3 lajur saja.
Ia mengatakan, penutupan jalan baru dilakukan jika pengeboran telah dilakukan. Pengerjaan pengeboran sendiri baru dilakukan pada pekan depan.
"Tapi mereka sudah melakukan pengerjaan awal pada awal Januari 2011 ini," katanya.
Untuk sementara waktu, kepolisian menempatkan petugas di sekitar lokasi proyek untuk mengatur kelancaran lalu lintas. "Petugas kita maksimalkan untuk mengatur lalu lintas," katanya.
Tidak hanya itu, kontraktor juga sudah memasang petunjuk-petunjuk yang menandakan adanya proyek pembangunan jalan layang. "Rambu-rambu proyek sudah ada, kita juga pasang spanduk, lalu rotator untuk malam hari juga sudah dipasang agar pengguna jalan berhati-hati," katanya.
Pinem mengimbau, masyarakat yang melalui jalan tersebut untuk berhati-hati. Ia juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan jalan alternatif lain agar tidak terjebak macet.
Pemda DKI Jakarta memulai proyek pembangunan jalan layang non tol sejak 1 Januari 2011 lalu. Jalan tersebut dibuat untuk mengurai kemacetan di sekitar Mal Ambassador.
(mei/mok)










































