Kandidat dari Parpol Ditolak Masuk Bursa Ketum Ansor

Kongres XIV Ansor

Kandidat dari Parpol Ditolak Masuk Bursa Ketum Ansor

- detikNews
Kamis, 13 Jan 2011 14:06 WIB
Kandidat dari Parpol Ditolak Masuk Bursa Ketum Ansor
Surabaya - Kongres PB Ansor ke-XIV di Surabaya baru dibuka oleh Presiden SBY pukul 14.00 WIB siang ini. Kandidat "naturalisasi" atau dari partai politik mulai mendapat penolakan.

Salah satu penolakan tersebut disuarakan oleh Munawar Fuad, Vice President Pemuda se-Asia dan mantan Sekjen PP GP Ansor. Munawar yang saat ini juga menjadi salah satu kandidat dalam bursa ketua umum menakutkan dengan adanya naturalisasi, Ansor akan dibajak dan dikooptasi untuk kepentingan partai politik.

"Saya kira berikan kesempatan kader Ansor. Dan saya kira lebih pantas kader diberikan kesempatan. Jangan sampai Ansor dibajak, dikooptasi untuk kepentingan parpol," katanya kepada wartawan, Kamis (13/1/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Munawar juga mendukung pernyataan Ketua Umum GP Ansor Saifullah Yusuf yang menginginkan pembatasan kepengurusan yang dibatasi hanya 1 periode demi kaderisasi. "Saya sangat mendukung itu. Karena saat ini Ansor sangat membutuhkan kaderisasi untuk kemajuan Ansor sendiri," imbuhnya.

Selain itu, mantan Sekjen GP Ansor periode 1995-2000 juga ingin memperjuangkan untuk mengembalikan jatidiri Ansor yakni memperjuangkan aspirasi masyarakat dan anggotanya. Dia juga berharap ke depan, Ansor menjadi pusat persemaian kader pimpinan negarawan muda di Indonesia.

"Bukan sebagai gerakan politik. Tapi Ansor juga harus bisa sebagai benteng ulama dan abdi negara," tegasnya.

Munawar optimis dirinya akan didukung seluruh pengurus cabang dan wilayah GP Ansor untuk menjadi sebagai Ketua Umum. Namun dia enggan menyebut sudah ada berapa cabang dan wilayah mendukungnya. Alasannya, kongres kali ini bukanlah sebuah pertarungan untuk menjadi ketua.

"Saya optimis akan mendapat dukungan yang merata di seluruh cabang dan wilayah tapi saya tidak mau klaim. Karena ini bukan pertarungan menjadi ketua umum," pungkasnya. (ze/mok)


Berita Terkait