Anggota DPR Pertanyakan Pengalihan Pesawat dari Bandara Juanda

Anggota DPR Pertanyakan Pengalihan Pesawat dari Bandara Juanda

- detikNews
Kamis, 13 Jan 2011 13:38 WIB
Jakarta - Beberapa pesawat, termasuk pesawat Garuda GA 310 rute Jakarta-Surabaya, yang seharusnya mendarat di Bandara Juanda, Surabaya, dialihkan ke ke Bandara Ngurah Rai. Anggota DPR yang berada di pesawat itu mempertanyakan alasan pengalihan pendaratan tersebut.

Anggota DPR yang jadi korban pengalihan pendaratan pesawat itu adalah anggota Komisi XI DPR RI Indah Kurnia. Sang anggota dewan duduk di seat 9 C pesawat GA 310.  Pesawat GA 310 take off dari Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 10.00 WIB dan dijadwalkan mendarat di Bandara Juanda pukul 11.30 WIB.

Politisi PDIP yang akan menghadiri pembukaan Kongres XVI GP Ansor di Makodam
V/Brawijaya Surabaya pun terpaksa gigit jari. Mantan Manajer Persebaya ini gagal
hadir di tengah-tengah acara Ansor karena pesawat yang ia tumpangi dialihkan mendarat terlebih dulu di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali. "Saya kecewa sekali," kata Indah kepada detiksurabaya.com, Kamis (13/1/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebenarnya, kata Indah, pesawat GA 310 sudah berada di atas Surabaya dan bersiap untuk mendarat di Bandara Juanda. Namun, kemudian sang pilot mengumumkan bahwa pendaratan harus ditunda hingga 15 menit karena ada proses clearing landasan menjelang pesawat kepresidenan yang membawa Presiden SBY mendarat.

"Saya bisa memaklumi karena itu prosedur tetap. Tetapi setelah 15 menit putar-putar, diumumkan oleh pilot lagi jika harus landing ke Ngurah Rai karena cuaca buruk di Juanda," terang Indah Kurnia.

Alasan yang berubah-ubah itulah yang memicu kekecewaan Indah Kurnia. "Sudah
batal hadir di acara Ansor, alasan Garuda juga berubah-ubah," tandas Indah.

Yang membuat Indah semakin nggondok adalah dirinya mendapat informasi apabila
pesawat yang ditumpangi rombongan Presiden SBY bisa mendarat di Bandara Juanda.
Menurut Indah, mestinya pesawat SBY juga tidak bisa mendarat karena cuaca
buruk.

"Pertanyaannya apa pesawat presiden tingkat safety-nya lebih baik dibanding pesawat komersial biasa. Kondisi cuaca buruk tapi tetap bisa mendarat, atau ini protokoler yang over protective," kata Indah yang sudah menyatakan protesnya melalui telepon ke pihak Garuda Indonesia di Jakarta.

"Saya sekarang terlantar di Bali. Tidak tahu apa nanti akan diberangkatkan lagi ke Surabaya atau bagaimana. Tidak ada kejelasan," tegas Indah Kurnia.
(gik/asy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini