"Memang sistem transportasi nguber setoran itu sudah sangat kuno. Perlu diganti dengan sistem manajemen transportasi yang berbasis pelayanan," ujar Ketua Organda DKI Soedirman saat dihubungi detikcom, Kamis (13/1/2011).
Manajemen transportasi mikro saat ini, menurut Soedirman, masih dikelola secara personal dan cenderung mengabaikan aspek pelayanan publik. Hal tersebut berimbas pada amburadulnya sistem transportasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Soedirman, salah satu penyebab amburadulnya sistem transportasi mikro karena lemahnya pengawasan Dishub DKI. Banyak kendaraan yang tidak layak jalan namun tetap mendapatkan izin trayek.
"Banyak kendaraan yang seharusnya tidak layak jalan tapi lolos dan masih bisa dapat izin. Ini juga mengganggu kelancaran lalu lintas," terangnya.
Organda DKI berharap selain pembenahan manajemen transportasi mikro, Dishub DKI juga memperketat pemberian izin trayek.
"Kita setuju sistem nguber setoran dihilangkan. Tapi pemberian izin trayek harus sesuai aturan, masa pemilik kendaraan yang tidak punya garasi diberi izin trayek ini kan menyalahi aturan," imbuhnya.
(her/mok)











































