"Korban meninggal setelah dilarikan ke rumah sakit dengan luka tembak di dada kirinya," kata Kapolres Bekasi Kabupaten, Kombes Setija Junianta saat dihubungi wartawan, Kamis (13/1/2011).
Setija mengungkapkan, peristiwa itu terjadi pada Rabu (12/1) sekitar pukul 20.30 WIB. Saat itu, korban baru pulang ke rumahnya.
"Dia lalu memarkirkan motor di garasi rumahnya," katanya.
Adapun motor Yamaha Mio bernomor polisi B 6524 FSQ adalah motor pinjamannya. Pelaku datang menggunakan 2 motor.
Tidak berapa lama, kawanan pencuri yang berjumlah 5 orang itu lalu menyatroni garasi rumah korban. Suara berisik di garasi membuat korban curiga.
"Dia lalu ke depan untuk melihatnya," katanya.
Ferry yang melihat motornya dibawa kabur, kemudian mengejar dan sempat menarik sepeda motornya. Namun usaha itu gagal, setelah pelaku mengeluarkan tembakan sebanyak 2 kali ke arah korban.
"Korban lalu tertembak dengan jarak yang dekat," ujarnya.
Setija menduga, senjata api yang digunakan pelaku adalah senjata rakitan. "Senjatanya bukan revolver, kalau kita lihat dari pelurunya," katanya.
Hingga kini, polisi masih melakukan pengejaran terhadap pencuri motor tersebut. Setija menduga, kawanan pencuri yang beraksi di Bekasi, satu kelompok dengan pencuri yang beraksi di Jakarta Timur.
"Atau bisa jadi yang dulu kabur," katanya.
Setija mengungkapkan, pencurian motor dalam 2 bulan terakhir, marak di Bekasi. "Dalam dua bulan itu, 5-6 kali pencurian," katanya.
Kepolisian Bekasi sendiri sebulan bulan lalu mengungkap pelaku pencurian motor. Sebanyak 7 tersangka ditangkap polisi. Dari tersangka, polisi menyita 2 senjata api jenis revolver rakitan.
"Ada 2 kelompok," tutupnya.
(mei/mok)











































