Angin Kencang, Ribuan Nelayan di Garut 2 Bulan Tak Melaut

Angin Kencang, Ribuan Nelayan di Garut 2 Bulan Tak Melaut

- detikNews
Kamis, 13 Jan 2011 11:10 WIB
Garut - Ribuan nelayan Pantai Selatan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, sejak dua bulan terakhir ini berhenti melaut. Ini akibat angin barat yang melanda kawasan tersebut yang menyebabkan gelombang besar.

"Kami tidak berani melaut. Anginnya terlalu kencang ditambah gelombang besar, bisa-bisa perahu kami tenggelam " ujar Otong Sumpena (55), nelayan warga Santolo, Garut, Kamis (13/1/2011), kepada sejumlah wartawan.

Untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, nelayan di Pantai Selatan, Kabupaten Garut, beralih profesi. Mereka menjadi buruh tani dan pedagang di sepanjang pantai selatan yang membentang sejauh 84 kilometer.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Paling kami buka warung dan menjadi buruh tani. Kalau angin agak reda kami turun ke laut, paling sejam atau dua jam saja," tambah Otong.

Sementara itu, menurut Bupati Garut, Aceng HM Fikri, untuk menutupi kebutuhan ikan di Pantai Selatan Garut, mereka terpaksa mendatangkan ikan dari Surabaya, Jawa Timur. Namun harga pun dipatok lebih mahal.

"Jadi para bandar membeli ikan dari luar, kemudian dijual kepada warga terutama para pemilik rumah makan di sepanjang pantai dengan harga yang cukup tinggi," ungkap Aceng.

Aceng mengatakan Pemkab Garut secara khusus telah menyalurkan bantuan beras kepada para nelayan selama tidak melaut. "Ke depan pemerintah juga memikirkan solusi terbaik untuk menciptakan mata pencaharian tambahan bagi para nelayan, karena musim angin barat ini terjadi tiap tahun," pungkasnya.

(fay/nrl)


Berita Terkait