Sartono Sering Mencabuli Korbannya di Gerbong KA yang Rusak

Kasus Sodomi

Sartono Sering Mencabuli Korbannya di Gerbong KA yang Rusak

- detikNews
Kamis, 13 Jan 2011 05:11 WIB
Jakarta - Jumlah korban pencabulan yang dilakukan oleh tersangka Sartono terus bertambah hingga berjumlah 96 orang. Sartono juga sering melakukan aksi bejatnya di gerbong-gerbong KA yang rusak dan sudah tidak beroperasi lagi.

"Dan pelaksanaan aksi bejatnya dilakukan di gerbong-gerbong kereta api yang rusak atau yang tidak beropersi lagi," ujar Kasat Reskrim Polres Kepulauan Seribu AKP Reynold Hutagalung kepada detikcom, Rabu (12/1/2011).

Rata-rata korban, menurut pengakuan Sartoni, berumur 14 tahun hingga 17 tahun dan tinggal di sekitar Stasiun Purwakarta, Stasiun Kampung Bandan, dan Stasiun Cikampek.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tersangka mengakui dalam 2 tahun terakhir sudah mencabuli 54 anak dan sebelum tahun 2008 berjumlah 42 anak,sehingga totalnya 96 anak,"

Dalam pemeriksaan, Sartono mengakui dirinya juga sempat 'istirahat' selama 7 bulan sebelum melakukan kembali aksi bejatnya. "Dari total 96 anak tersebut, tersangka sudah menyebutkan 16 nama yang
diingatnya," jelasnya.

Sebelumnya Sartono bertemu HRL pada November 2010. Warga Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat ini membujuk HRL untuk ikut bersamanya ke Jakarta. Dengan iming-iming HP, HRL pun akhirnya ikut.

Polisi kemudian melakukan penyidikan dan berhasil menciduk Sartono Jumat (7/1/2011) di Stasiun Kota, Jakarta Pusat lalu. Tersangka dibekuk ketika naik ke atas gerbong kereta api.

Pelaku kini meringkuk di Mapolres Kepulauan Seribu. Atas perbuatannya, Sartono dijerat dengan Pasal 328 KUHP dan Pasal 83 UU No 23/2002 Tentang Perlindungan Anak.


(fiq/mad)


Berita Terkait