"Saya akan minta polisi atau Bareskrim periksa Denny Indrayana. Kita akan bikin surat, kalau perlu saya akan kirim surat ke presiden. Saya akan lapor ke Bareskrim," kata Hotma usai mendampingi Gayus diperiksa di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Rabu (12/1/2011).
Ada pun kontak yang dimaksud oleh Hotma adalah pesan lewat Blackberry Messenger (BBM) yang berisi tentang kasus pelesiran Gayus ke Bali. Namun mantan pengacara Antasari Azhar ini belum mau mengatakan kapan waktu pelaporan dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesan BBM itu, kata Hotma dikirim saat kasus pelesiran ke Bali mencuat. Hotma menduga, banyak hal yang diketahui Denny namun tak dilaporkan ke polisi.
"Kata-kata sebaiknya jadi tersangka itu dari Denny, kalau Denny cukup data menjadikan tersangka sampaikan ke mabes polri," tegasnya.
Sebelumnya, Denny Indrayana juga sudah mengaku pernah berkomunikasi dengan Gayus Tambunan dan istrinya, Milana, untuk membongkar kasus mafia pajak dan peradilan. Namun, komunikasi itu tidak sering dan ada dokumennya.
"Pertama, kata-kata sering itu tidak tepat. Karena komunikasi memang saya lakukan dengan Gayus dan istrinya. Bisa dihitung dengan hitungan jari dan jarang sekali," kata Denny.
Dikatakan dia, semuanya dilakukan dalam konteks untuk membongkar praktek mafia pajak dan mafia peradilan yang terkait dengan kasus Gayus. Denny mencontohkan salah satu komunikasi dengan istri Gayus, Milana Anggraeini. "Saat saya sedang naik haji, saya dapat kabar Gayus pergi ke Bali. Saya mengirimkan pesan blackberry pada istrinya yang meminta agar dia menceritakan sejujurnya apa yang terjadi," kata Denny.
Ia kembali menegaskan komunikasi tersebut sangat jarang dilakukannya. Denny juga mengaku memiliki dokumen-dokumen yang akan menerangkan tentang komunikasi itu. (mad/fiq)










































