Warga yang menjadi korban aksi perampok ini adalah Gede Yadnya (45) yang beralamat di Jl Patih Nambi IV, Denpasar Barat. Perampok beraksi pukul 02.00 wita, Selasa (11/1/2011).
”Perampok beraksi melalui pintu belakang. Mereka menggunakan cadar, kaos dan celana dalam yang ditutup dengan sarung,” kata Yadnya kepada wartawan di rumahnya, Rabu (12/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat tertidur, istri Yadnya terbangun karena mendengar suara berisik dari belakang rumah. Yadnya pun menghampiri beberapa orang yang mencurigakan tersebut.
Namun, tanpa disadari, para perampok menempelkan pedang ke wajah korban serta mendoronganya. Pelaku menginjak dan mencekik leher Yadnya. Sedangkan, dua pelaku melumpuhkan para penghuni lainnya.
Perampok berkolor ini pun dengan leluasa menguras harta benda dan uang korban. Pelaku membawa kabur sembilan buah handphone berbagai merek, dua kalung emas, enam gelang emas, lima jam tangan, serta uang tunai Rp 6 juta. Bahkan, perampok nyaris memotong jari istri Yandya untuk mengambil cincin. "Kami mengalami kerugian Rp 25 juta," kata Yandya.
Setelah pelaku kabur, korban meminta tolong warga. Mereka pun melaporkan aksi ini ke Mapolsek Denpasar Barat.
(gds/gah)











































