Hatta: Tak Ada Kebohongan Publik yang Dilakukan Pemerintah

Hatta: Tak Ada Kebohongan Publik yang Dilakukan Pemerintah

- detikNews
Rabu, 12 Jan 2011 19:30 WIB
Jakarta - Menko Perekonomian Hatta Rajasa membantah adanya kebohongan publik yang dilakukan pemerintah. Hatta menilai data-data mengenai keberhasilan pemerintah yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) adalah data valid.

"Ini evaluasi raker 10 Januari di JCC, ada miss persepsi, ada yang bilang ada kebohongan publik yang dilakukan pemerintah. Hal tersebut tidak benar, dengan ini saya membantah ada kebohongan publik," kata Hatta di Kantornya, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/1/2011).

Dia menjelaskan, data-data yang diberikan dan digunakan itu kredibel diberikan BPS. "Itu kita sampaikan kendala-kendala yang ada," tambahnya.

Dia mengakui, memang ada pencapaian dan kendala yang dihadapi pemerintah dan hal tersebut sudah
sampaikan. "Memang ada yang belum tercapai iya, tapi ada yang sudah tercapai. Tapi kalau bilang kebohongan publik itu tidak benar," tutupnya.

Sebelumnya dalam raker di JCC Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencatat ada 10 capaian penting yang diraih bangsa Indonesia pada tahun 2010.

Hal itu diutarakan SBY dalam pembukaan Raker 2011 di hadapan menteri, pimpinan lembaga negara, pimpinan BUMN, dan pengusaha, di Ruang Plenary Hall, JCC, Senin (10/1).

Berikut 10 keberhasilan tersebut:

1. Pertumbuhan ekonomi yang baik.

2. Sejumlah indikator kesejahteraan rakyat meningkat seperti bidang pendidikan dan kesehatan.

3. Stabilitas keamanan dan politik terjaga. Pemilu kepala daerah umumnya lancar. Kalau ada protes itu wajar sebagai bagian dari demokrasi.

4. Minus terjadinya kelemahan hukum, tetapi pemberantasan korupsi, pemberantasan terorisme, penanggulangan narkoba terus berjalan dengan baik.

5. Keamanan dalam negeri terjaga.

6. Proses investasi dan pelayanan publik di daerah kemajuan.

7. Kemiskinan dan pengangguran dapat dikurangi.

8. Beberapa indikator eknomi mencatat rekor seperti income perkapita, cadangan devisa. Indonesia berada di peringkat 16 ekonomi dunia.

9. Upaya pengembangan UMKM makin baik di daerah.

10. Aktif di berbagai kegiatan luar negeri. Contohnya aktif di dalam pemeliharaan perdamaian dunia.

SBY menggelar raker yang dihadiri sekitar 1.300 undangan di JCC. Dalam rapat tersebut akan dibahas berbagai rencana program di 2011 di bidang bidang kesra, hukum, keamanan dan perekonomian.

(ndr/mad)


Berita Terkait