Perahu Nelayan akan Dibersihkan dari Pelabuhan Tanjung Priok

Perahu Nelayan akan Dibersihkan dari Pelabuhan Tanjung Priok

- detikNews
Rabu, 12 Jan 2011 16:56 WIB
Jakarta - Perahu-perahu nelayan yang mangkal di Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta Utara akan segera  dibersihkan. Keberadaan mereka dinilai cukup membahayakan aktivitas pelabuhan karena berpotensi menimbulkan risiko kebakaran.

"Berdasarkan laporan PT Pelindo, perahu nelayan di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok itu sering terbakar,  sehingga membahayakan," kata Juru Bicara Wakil Presiden Yopie Hidayat, usai rapat mengenai keselamatan  transportasi laut dan penyeberangan di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (12/1/2011).

Rapat yang dipimpin oleh Wapres Boediono ini diikuti sejumlah menteri antara lain Menteri Perhubungan  Freddy Numberi, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta, dan Wakil  Kepala Bappenas Lukita D Tuwo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yopie mengatakan, perahu-perahu nelayan yang parkir di pelabuhan Tanjung Priok memakai penerangan petromax sehingga rawan terbakar. Kebakaran yang ditimbulkan dapat membahayakan pelabuhan karena di Tanjung Priok terdapat instalasi PT Pertamina.

Selain itu, sesuai standar internasional, kawasan pelabuhan juga tidak boleh dimasuki dan dijadikan  tempat bersandar perahu-perahu nelayan. Karenanya, perahu nelayan yang berada di pelabuhan Tanjung  Priok akan segera ditertibkan.

"Akan dicarikan solusi. Kementerian Perhubungan diminta untuk mencari tempat baru bagi perahu-perahu  nelayan tersebut. Tenggat waktunya 2 bulan," ucap Yopie.

Untuk nelayan secara umum, imbuh Yopie, pihak berwenang diminta memberikan sosialisasi terus menerus  tentang keselamatan pelayaran. Jangan sampai mereka masuk ke alur pelayaran kapal besar karena bisa  menimbulkan risiko tabrakan.

"Ada sosialisasi terus menerus untuk menjaga agar nelayan tidak masuk ke alur pelayaran kapal besar yang bisa menimbulkan risiko tabrakan," tutupnya.
(irw/gun)


Berita Terkait