"Berdasarkan laporan PT Pelindo, perahu nelayan di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok itu sering terbakar, sehingga membahayakan," kata Juru Bicara Wakil Presiden Yopie Hidayat, usai rapat mengenai keselamatan transportasi laut dan penyeberangan di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (12/1/2011).
Rapat yang dipimpin oleh Wapres Boediono ini diikuti sejumlah menteri antara lain Menteri Perhubungan Freddy Numberi, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta, dan Wakil Kepala Bappenas Lukita D Tuwo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, sesuai standar internasional, kawasan pelabuhan juga tidak boleh dimasuki dan dijadikan tempat bersandar perahu-perahu nelayan. Karenanya, perahu nelayan yang berada di pelabuhan Tanjung Priok akan segera ditertibkan.
"Akan dicarikan solusi. Kementerian Perhubungan diminta untuk mencari tempat baru bagi perahu-perahu nelayan tersebut. Tenggat waktunya 2 bulan," ucap Yopie.
Untuk nelayan secara umum, imbuh Yopie, pihak berwenang diminta memberikan sosialisasi terus menerus tentang keselamatan pelayaran. Jangan sampai mereka masuk ke alur pelayaran kapal besar karena bisa menimbulkan risiko tabrakan.
"Ada sosialisasi terus menerus untuk menjaga agar nelayan tidak masuk ke alur pelayaran kapal besar yang bisa menimbulkan risiko tabrakan," tutupnya.
(irw/gun)











































