Gubernur Jateng Minta Jalur Kali Putih Dikembalikan Seperti Era Belanda

Gubernur Jateng Minta Jalur Kali Putih Dikembalikan Seperti Era Belanda

- detikNews
Rabu, 12 Jan 2011 14:57 WIB
Jakarta - Paska banjir lahar dingin sisa letusan Gunung Merapi, jalur Kali Putih sebaiknya dipulihkan sesuai peninggalan Belanda. Tetapi jalur baru yang  dibelokan menyatu dengan Kali Duruju tetap dipelihara.

Pengembalian jalur sungai diharapkan bisa meminimalisir ancaman meluapnya lahar dingin jika terjadi banjir lahar dingin kembali. Demikian kata Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, dalam kunjungannya ke Jl Raya Magelang-Jogjakarta Km 23 yang sempat ditutup selama tiga hari karena tertimbun material banjir lahar  dingin Kali Putih, Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Magelang, Jawa Tengah.

“Kita ingin mengetahui bagaimana aliran Kali Putih dan solusinya. Sementara ini jalur peninggalan jaman  Belanda yang dibelokan dari sungai awal ternyata tidak dapat tampung pasir dan batu dari Merapi. Ke depan sungai Kali Putih yang di ini (yang dibelokan dan dijadikan Kali Duruju-red) tetap kita pelihara dan yang diluruskan (Kali Putih jaman Belanda 1940-red) juga harus kita buat,” tegas Bibit Waluyo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hadir dalam kesempatan tersebut Direktur Direktorat Bina Pelaksanaan Wilayah II Bina Marga Kementrian Pekerjaan Umum (PU), Winarno. Juga Bupati Magelang, Singgih Sanyoto.

Menurutnya selain memelihara Kali Druju dan membentuk ulang jalur Kali Putih seperti jaman Belanda, perlu shelter dan cek dam sepanjang alur sungai lereng Merapi. Fasilitas tersebut berfungsi untuk hambat laju kecepatan banjir lahar dingin yang menenggelamkan beberapa desa di Magelang.

“Supaya jalanya lahar tidak kencang dan dicarikan kantong-kantong bila ada guguran batu dan pasir dating,” urainya.

Bibit menambahkan dalam pembuatan dan pemeliharaan dua alur Kali Putih itu harus menjauhkan pemukiman penduduk dari bantaran sungai. Paling tidak 300 meter dari bibir sungai kali.

“Untuk pengungsi, kita sudah buatkan hunian sementara jumlahnya 1.011 di Kecamatan Dukun, tapi penduduknya menolak menempati. Sekarang itu bisa digunakan untuk warga yang terkena dampak lahar dingin tinggal kita data dulu berapa kebutuhanya. Ternyata ada bencana lahar dingin yang harusnya kanan kiri sungai radius 300 meter harus aman,” sambungnya.

Upaya pemulihan jalur Kali Putih yang telah dibelokkan, sudah tentu memakan biaya tinggi dan memakan waktu lama. Karena itu Direktur Direktorat Bina Pelaksanaan Wilayah II Bina Marga Kementrian Pekerjaan Umum (PU), Winarno, menyatakan berpikir-pikir terlebih dulu.

“Kami ingin mengatasi secara komperhensif, seperti Pak Gubernur tadi sampaikan. Tapi tidak mungkin bisa langsung memutuskan. Harus kita lihat dulu bagaimana mengurangi  dampak-dampak dari pasir tersebut sampai agar tidak sampai ke jalan raya," ujar Winarno.Dia menjelaskan pembuatan jalur baru sungai merupakan pekerjaan yang tidak sederhana. Selain faktor teknis untuk melancarkan aliran banjir lahar dingin harus dipikirkan dampak lingkungan dan proses pembebasan lahan yang tidak sedikit.

“Dampaknya mesti banyak. Meluruskan pasti akan menyebabkan kecepatan sungai lebih besar, nanti juga membahayakan buat hilirnya. Jadi nanti harus dihitung semuanya,” paparnya. (lh/lh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini