"Kami tidak akan pergi jika kalian tidak menginginkan kami pergi," kata Biden seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (12/1/2011).
Hal itu disampaikan Biden di hari kedua kunjungannya ke Afghanistan. Namun Biden juga menegaskan, rencana penyerahan tanggung jawab keamanan dari pasukan internasional ke pasukan Afghan dalam empat tahun, tetap berada pada jalur. Rencana penyerangan tanggung jawab keamanan itu telah disepakati dalam KTT NATO pada November 2010 lalu.
"Bukan niat kami untuk memerintah atau membangun negara ini, seperti yang sering ditekankan Presiden (Hamid) Karzai. Ini tanggung jawab rakyat Afghan," tandas Biden.
Seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan, Biden tidak mengumumkan perubahan dalam kebijakan dengan pernyataannya itu.
"Wapres cuma menyampaikan pada publik apa yang telah disampaikannya pada presiden (Karzai), bahwa AS menginginkan kemitraan yang abadi dengan Afghanistan," tutur pejabat yang tidak disebutkan namanya itu.
Ada sekitar 97 ribu pasukan AS yang ditempatkan di Afghanistan saat ini. Pasukan AS tersebut menjadi bagian dari pasukan internasional yang totalnya berjumlah 140 ribu personel. Penarikan pasukan secara terbatas rencananya akan dimulai pada Juli mendatang menjelang rencana transisi tanggung jawab keamanan dari pasukan AS ke Afghan pada tahun 2014 mendatang.
Tahun lalu, pasukan koalisi pimpinan AS kehilangan banyak personel di Afghanistan akibat serangan-serangan militan Taliban. Selama 2010 dilaporkan terjadi 711 kematian prajurit koalisi.
(ita/nrl)











































