Hal itu disepakati dalam rapat tentang penanganan bencana Wasior, Mentawai, dan Merapi yang dipimpin Wakil Presiden Boediono di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (11/1/2011).
Juru Bicara Wapres Yopie Hidayat usai rapat mengatakan, 11.072 KK yang akan direlokasi itu terdiri dari 2.072 KK korban tsunami dan 9.000 penduduk non korban tsunami. Relokasi bagi korban tsunami akan dilakukan secepatnya, sedangkan bagi yang non korban diprogramkan secara bertahap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yopie mengatakan, berdasarkan verifikasi terakhir, terdapat angka baru mengenai jumlah korban gempa dan tsunami di Mentawai. Apabila sebelumnya berjumlah 1.631 KK, data yang diambil tanggal 27-30 Desember yang lalu menunjukkan peningkatan sebesar 441 KK, sehingga totalnya berjumlah 2.072 KK.
Seiring dengan pelaksanaan relokasi itu, menurut Yopie, diperlukan percepatan dan penambahan bangunan hunian sementara (huntara). Saat ini PMI telah membangun huntara untuk 516 KK, BNPB 450 untuk KK, dan Pemkab 641 untuk KK. Mentawai membutuhkan tambahan huntara untuk sekitar 441 KK.
Mengenai pemindahan 9.000 KK lainnya, Yopie mengatakan, hal itu dilakukan untuk mencegah jatuhnya korban apabila terjadi tsunami lagi di masa mendatang. Pemerintah akan melakukan survei terlebih dahulu untuk mendapatkan data yang lebih lengkap.
"Mereka bukan korban, tapi mereka penduduk yang sangat mungkin harus menanggung risiko cukup besar untuk jadi korban tsunami. Tapi prioritasnya adalah korban-korban dulu," tutup Yopie.
(irw/ape)










































