Diterjang Lahar Dingin, 10 Jembatan dan Puluhan DAM Jebol

Diterjang Lahar Dingin, 10 Jembatan dan Puluhan DAM Jebol

- detikNews
Selasa, 11 Jan 2011 19:31 WIB
Diterjang Lahar Dingin, 10 Jembatan dan Puluhan DAM Jebol
Magelang - Banjir lahar dingin menerjang Kali Pabelan dan Kali Putih, Magelang Jawa Tengah. Sebanyak 10 jembatan dan puluhan DAM sabo jebol dan hilang.

Kesepuluh jembatan itu di antaranya di Desa Surodadi,  Desa Gunung Lemah, Desa Srowol, Desa Gondosuli, Desa Blongkeng dan Desa Brojong.

Pernyataan itu disampaikan oleh Sutarno, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemerintah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Selasa(11/01/2011) saat ditemui detikcom di  Pendopo Jl Letjend Tukiyat, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Dua sisanya adalah jembatan yang berada di Kecamatan Srumbung dan Dukun. Kerusakanya dalam kondisi rata-rata sama. Jika tidak terputus akibat timbunan material lahar dingin, atau hilang akibat jebol kemudian tersapu oleh terjangan lahar dingin,” tegas Sutarno.

Sutarno menyatakan jembatan penghubung antar desa itu jebol dan hilang  dalam kurun waktu sebulan ini selama bencana lahar dingin berlangsung. Kesepuluh jembatan itu merupakan jembatan antar penghubung desa di
sekitar lereng Merapi.

Untuk menyambung akses jalan antar desa, pemerintah melakukan upaya  pembuatan jembatan darurat bagi jembatan yang hilang. Untuk jembatan  yang patah atau tertimbun material diupayakan dilakukan pembersihan bersama-sama warga desa setempat.

Namun, ada sebuah jembatan yang sampai saat ini belum bisa dilakukan penangananya yaitu jembatan Srowol di Desa Srowol, Kecamatan Muntilan, Magelang. Jembatan itu merupakan jembatan jalur alternatif penghubung antara
Magelang-Kulonprogo-Jogjakarta yang sudah sempat rusak dua bulan yang lalu akibat terjangan lahar dingin. Kemudian dilakukan pemasangan jembatan darurat (benly-red) oleh Yon Sipur Kodam IV Diponegoro Jawa
Tengah.

“Kini jembatan itu sudah luluh lantak tinggal menyisakan kerangka  besinya saja. Bayangkan sebelum diterjang lahar dingin kemarin kelebaran sungai 28 meter. Setelah diterjang lahar dingin menjadi 68 meter kelebaran sungai. Ini terjadi karena terjangan lahar dingin,”tegas Sutarno.

Selain itu, dari pantauan detikcom di beberapa DAM, puluhan DAM penahan material Merapi di sejumlah sungai berhulu Merapi di Kabupaten Magelang, diketahui juga jebol diterjang banjir lahar dingin. Bahkan beberapa di antaranya, mengakibatkan ribuan warga terisolir karena  DAM tersebut, juga berfungsi sebagai jalur transportasi dan evakuasi warga di sejumlah desa di lereng Merapi.

Di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, DAM yang jebol meliputi DAM di Dusun Bendo, Desa Mangunsoko, DAM di Desa Keningar dan DAM yang menjadi penghubung antara Desa Paten dengan Sengi. Ketiga DAM tersebut, jebol saat banjir lahar terjadi Minggu (9/1/2011)lalu.

“Banjir lahar yang terjadi minggu sore kemarin, cukup besar. Bahkan  mungkin yang paling besar terjadi, paska erupsi Merapi kemarin. Suara gemuruh yang ditimbulkan, juga menakutkan warga kami. Akibatnya, banyak warga yang tinggal disekitar bantaran Sungai Senowo, langsung mengungsi ke pasar sewukan,” tegas Haryadi, Kepala Desa Mangunsoko,
Kecamatan Dukun.

Haryadi malah merasa lega jika DAM yang berada 100 meter dari desanya itu jebol. Sebab, jika tidak ratusan warganya di Dusun Bendo, terancam jiwa dan harta bendanya karena terkena luapan material Merapi. Selain menjebol DAM, derasnya arus banjir lahar dingin juga mengakibatkan dasar Sungai Senowo tergerus hingga sedalam 5 meter dan beberapa talud jembatan di atas Sungai Trinsing, retak-retak dan jembatan terancam ambruk.

Jika ini terjadi, ratusan warga di Desa Sengi, terancam terisolir sebab jembatan ini satu-satunya akses keluar desa setelah DAM lainya juga jebol.

Sementara Kepala Bappeda Kabupaten Magelang, H Rohadi Pratoto SH MSi, saat ditemui  detikcom disela-sela meninjau DAM di Desa Sengi yang jebol membenarkan jika akibat banjir lahar dingin cukup besar.

“Untuk saat ini, kami belum dapat berkomentar banyak. Kami masih  mengumpulkan data,” tegas Rohadi.

(nwk/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads