"Saat ini telah dikerahkan 70 alat berat, yang terutama di Kali Krasak," kata Kepala BNPB Syamsul Maarif usai rapat mengenai Penanggulangan Bencana Wasior, Mentawai, dan Merapi, di Kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (11/1/2011).
Menurut Syamsul, kendala yang dihadapi dalam menangani banjir lahar dingin di sejumlah area di Gunung Merapi adalah hujan. Bila hujan turun di puncak Merapi, alat berat tidak berani untuk melakukan pengerukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Syamsul, banjir lahar dingin yang membawa batu-batu besar menimbulkan sejumlah kerusakan infrastruktur berupa jembatan putus. Satu jembatan belly yang dibangun oleh Kodam Diponegoro juga hanyut terbawa arus air.
Puluhan rumah penduduk yang berada di aliran sungai, kata Syamsul, juga rusak berat diterjang banjir.
"Terutama kecamatan Salam, di magelang. Dulu kan awal-awal daerah Code dan Opak, tapi sekarang banyak ke daerah daerah sana (Salam)," ucap Syamsul menjelaskan daerah terparah yang terkena banjir lahar dingin Merapi.
Lebih lanjut Syamsul menjelaskan, ia sudah meminta kepada Pemda setempat untuk memperbaiki jembatan yang rusak dan memasang jembatan belly. Namun, pemasangan jembatan belly itu juga harus memperhatikan curah hujan.
"Pemasangannya harus berdasarkan curah hujan. Sebab kalau kita baru bangun seperti di jembatan Srowol akhirnya terbuka (rusak). Bukan hanyut semuanya, tapi terbuka karena derasnya air," tutup Syamsul.
(irw/gah)











































