Dalam pertemuan itu, Rektor ITB Akhmaloka didampingi oleh Wakil Rektor Kemitraan dan Alumni Hasanuddin serta Wakil Riset Bidang Riset dan Inovasi Wawan Gunawan. Sementara dari pemerintah, turut hadir Mendiknas M Nuh, Mensesneg Sudi Silalahi dan Sekretaris Kabinet Dipo Alam.
Juru bicara kepresidenan, Julian Aldrin Pasha yang juga hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan, wacana yang berkembang adalah pengembangan Ibukota Jakarta secara luas dengan kemungkinan memindahkan pusat pemerintahan ke tempat lain. Wacana lainnya adalah memindahkan Ibukota secara keseluruhan dari Jakarta ke provinsi lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambahkan Julian, pengembangan Ibukota Jakarta akan mencakup wilayah lain seperti Purwakarta, Sukabumi dan daerah lain di sekitarnya. Salah satu kota yang menjadi rujukan adalah Tokyo.
"Sekali lagi, bahwa yang dimaksud dengan pengembangan Jakarta, Ibukota tetap di Jakarta tapi mungkin saja pusat pemerintahan akan berpindah atau didirikan di daerah lain," paparnya.
"Tadi Presiden mendeskripsikan akan ada proses pembangunan lain di mana kita akan melihat suatu daerah dengan pusat pemerintahan sendiri seperti halnya Sydney dan Canberra misalnya atau daerah lain seperti Putra jaya dan Kuala Lumpur," sambungnya.
Opsi lainnya adalah pemindahan ibukota dari Jakarta ke provinsi lain. Meski beberapa daerah sudah mewacanakan siap menjadi ibukota, pemerintah belum mengambil keputusan apa pun.
"Dari sisi pemerintah, hal itu belum bisa dipastikan. apa pun yang dipilih, opsi pertama atau kedua, itu membutuhkan waktu," tutupnya.
ITB Miliki Pusat Penelitian Gempa
Dalam pertemuan tersebut, rektor ITB juga menyampaikan soal pembentukan pusat penelitian gempa dan pembukaan program pascasarjana tentang kegempaan. Sebagai wilayah yang kerap dilanda gempa, program ini diharapkan mampu menciptakan teknologi yang membantu penanganan bencana di Tanah Air.
"Ini disebut Graduate Research for Earthquake and Technology. Alhamdulillah Pak SBY menyambut baik itu. Kaitannya ke mitigasi bencana dan kami mengembangkan ke aspek teknologi," ujar rektor ITB Akhmaloka.
Ke depan, diharapkan universitas lain di Tanah Air meniru langkah ITB. Khususnya yang memiliki fakultas teknik.
(mad/anw)











































