Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo menanggapi dingin pernyataan Kapolda itu. Dikatakan Fauzi, setiap pembangunan angkutan massal harus ada yang dikorbankan.
"Kalau nggak mau memonopoli, ya biarin saja, ini dibuat (untuk) orang suka-suka semua pengguna (jalan). Tapi itukan tidak berpihak kepada kepentingan publik," ujar Fauzi Bowo di Gedung Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (11/1/2011).
Pria yang akrab disapa Foke ini mengatakan, setiap kebijakan yang baik harus ada yang dikorbankan. Seperti penyediaan TransJ sebagai angkutan masal untuk mengurangi kemacetan pastinya juga ada sisi negatifnya.
"Yang namanya angkutan umum masal, ya harus ada yang dikorbankan," katanya.
Kapolda juga mengatakan ada baiknya untuk jangka panjang pengelola jalur busway membangun jalur sendiri seperti flyover. Menanggapi saran itu, Foke mengatakan asal ada uang kenapa tidak.
"Kalau saya punya uang sih boleh saja, kalau nggak ada uang?" imbuh Foke.
Untuk mengurangi kemacetan Pemprov juga berencana akan menutup pintu Tol Semanggi I yang terletak di samping jalur busway koridor IX. Namun Kapolda sendiri mengatakan itu tidak mungkin. Tapi bagi Foke, Pemprov cukup cerdas dengan mengajukan usulan itu.
"Ya kalau pake prinsip seperti itu tidak relevan, karen kita melihat, permasalahan 20-30 tahun yang lalu kan beda dengan sekarang. Yang mesti kita selesaikan masalah 30 tahun yang akan datang, harus cerdaslah," ungkap Foke.
Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Sutarman menyebut jika busway telah memonopoli jalanan. Karena, sebagian jalan dipangkas untuk kepentingan busway.
"Sebenarnya kalau kita mau monopoli, busway ini kan monopoli, buat jalan sendiri kayak monorel. Kan ini jalur sudah lama (ada)," kata Sutarman kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (07/1) kemarin.
Jika jalur busway dianggap mengganggu kepentingan lain seperti akses pintu tol, Kapolda menyarankan agar pengelola busway membuat jalan sendiri. Kapolda juga mengatakan, tidak mungkin pihaknya menutup pintu tol hanya untuk kepentingan busway semata.
"Untuk menutup (pintu tol), tidak mungkin," ucapnya.
Kapolda menyadari, sejauh ini masyarakat belum meminati busway sebagai angkutan umum. Selain itu, karena busway juga dianggap sebagai penyebab kemacetan.
"Kalau kita lihat secara keseluruhan juga masih menimbulkan kemacetan," tutur Sutarman.
(lia/anw)











































