"Ya sudah berangkat ke sana," kata Kabid Humas Polda Maluku AKBP Johanis Huwae saat dihubungi detikcom, Selasa (11/1/2011).
Kapolres Maluku Tenggara Barat AKBP Aris Budiarsa mengatakan, tim Puslabfor Mabes Polri sudah tiba di kuburan Alfrets. Tim juga sudah membongkar kuburan Alfrets dan mengambil sample mayat Alfrets untuk diotopsi ulang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya jenazah Alfrets ditemukan seorang warga tewas dengan luka di beberapa bagian tubuhnya pada (17/12/2010) dinihari. Menurut Koordinator Maluku Media Center, Insany Syahbarwaty, Alfrets ditemukan di Pantai Kisar dan diduga dibunuh.
Keberadaan Alfrets tidak diketahui sejak Selasa (14/12/2010). Pada hari itu Alfrets dan salah seorang rekannya dari Pelangi, Leksi Kikilay, melakukan liputan investigasi untuk mengusut adanya ilegal oil di Pelabuhan Wonreli.
Saat itu almarhum membuntuti sebuah mobil yang diduga akan melakukan transaksi gelap. Mobil tersebut adalah mobil polisi. Alfrets juga sempat adu mulut dengan oknum polisi tersebut. Setelah itu, Alfrets mengantar Leksi ke pulang rumahnya. Ternyata saat itu merupakan pertemuan terakhir bagi Leksi dan Alfrets.
Jenazah Alfrets pun diotopsi. Namun berdasarkan hasil otopsi dokter salah satu Puskesmas setempat menyatakan tidak ada bekas luka benda tajam ataupun tumpul di tubuh Alfrets. Disebut-sebut seorang oknum polisi terlibat dalam tewasnya Alfrets. Salah satu tersangka yang sudah ditangkap diduga seorang Anggota Dit Polairut Polda Maluku Briptu Markus Sahureka.
(gus/fay)










































