Puslabfor Mabes Polri Otopsi Ulang Jasad Pimpred Mingguan Pelangi

Puslabfor Mabes Polri Otopsi Ulang Jasad Pimpred Mingguan Pelangi

- detikNews
Selasa, 11 Jan 2011 15:25 WIB
Jakarta - Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri tiba di Maluku Tenggara Barat. Kedatangan Puslabfor Mabes Polri ini hendak mengotopsi ulang mayat Pimpinan Redaksi mingguan Pelangi Alfrets Mirulewan yang diduga dibunuh.

"Ya sudah berangkat ke sana," kata Kabid Humas Polda Maluku AKBP Johanis Huwae saat dihubungi detikcom, Selasa (11/1/2011).

Kapolres Maluku Tenggara Barat AKBP Aris Budiarsa mengatakan, tim Puslabfor Mabes Polri sudah tiba di kuburan Alfrets. Tim juga sudah membongkar kuburan Alfrets dan mengambil sample mayat Alfrets untuk diotopsi ulang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Baru otopsi. Baru dibongkar mayatnya. Tim sudah bekerja. Diambil sample terus dikubur lagi. Difoto-foto ambil sample-nya," ujarnya.

Sebelumnya jenazah Alfrets ditemukan seorang warga tewas dengan luka di beberapa bagian tubuhnya pada (17/12/2010) dinihari. Menurut Koordinator Maluku Media Center, Insany Syahbarwaty, Alfrets ditemukan di Pantai Kisar dan diduga dibunuh.

Keberadaan Alfrets tidak diketahui sejak Selasa (14/12/2010). Pada hari itu Alfrets dan salah seorang rekannya dari Pelangi, Leksi Kikilay, melakukan liputan investigasi untuk mengusut adanya ilegal oil di Pelabuhan Wonreli.

Saat itu almarhum membuntuti sebuah mobil yang diduga akan melakukan transaksi gelap. Mobil tersebut adalah mobil polisi. Alfrets juga sempat adu mulut dengan oknum polisi tersebut. Setelah itu, Alfrets mengantar Leksi ke pulang rumahnya. Ternyata saat itu merupakan pertemuan terakhir bagi Leksi dan Alfrets.

Jenazah Alfrets pun diotopsi. Namun berdasarkan hasil otopsi dokter salah satu Puskesmas setempat menyatakan tidak ada bekas luka benda tajam ataupun tumpul di tubuh Alfrets. Disebut-sebut seorang oknum polisi terlibat dalam tewasnya Alfrets. Salah satu tersangka yang sudah ditangkap diduga seorang Anggota Dit Polairut Polda Maluku Briptu Markus Sahureka.

(gus/fay)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini