Teknisi: Kami Check up Sebulan Dua Kali

Anak Kecil Terperosok Eskalator

Teknisi: Kami Check up Sebulan Dua Kali

- detikNews
Selasa, 11 Jan 2011 14:44 WIB
Jakarta - Teknisi eskalator Pasar Pagi Mangga Dua mengaku melakukan check up perawatan berkala sebulan 2 kali. Sejak dipasang 2004, penanggung jawab eskalator PT Jaya Kencana mengaku tidak bermasalah dengan eskalator yang "memakan" kaki Rio Aliansyah Ramadhan, 2009 lalu.

"Kami lakukan perawatan rutin. Sebulan dua kali," kata teknisi PT Jaya Kencana, Tugimin di depan ketua mejelis hakim yang diketuai Ahmad Rivai di PN Jakpus, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa, (11/1/2011).

Tugimin sendiri merupakan teknisi PT Jaya Kencana sejak 1995. Dia mendapat pelatihan eskalator secara berkala terutama jika ada barang baru atau model baru. "Untuk eskalator itu, pada pengecekan terakhir tidak ada masalah. Berfungsi dengan baik. Tidak ada keluhan baik suaranya atau jalan lambat," tambahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat terjadi peristiwa tersebut, Tugimin sedang berada di kantornya yang terletak di Blok A. Sedangkan tempat kejadian perkara ada di Blok D, sekitar 500 meter dari tempat Tugimin berkantor. "Saat kejadian, saya langsung lari. Sampai lokasi kira- kira 5 menit. Sudah banyak orang di situ," terang Tugimin.

Eskalator ini pun sudah diperiksa secara berkala oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) DKI Jakarta setiap setahun sekali. Pengecekan ini dilakukan untuk mengontrol dan mengawasi fungsi eskalator. Disnaker sendiri mengawasi seluruh eskalator di semua gedung di Jakarta. " Kalau teknis perawatannya dilakukan oleh pengelola gedung. Dan dia yang bertanggung jawab jika ada apa-apa. Kami hanya mengontrol untuk memastikan bahwa perawatan eskalator tetap berjalan. Dan selama ini, pihak Pasar Pagi Mangga Dua sudah kami cek, dan benar telah melakukan perawatan," ujar staf Biro Hukum Pemprov DKI Jakarta, Bernado kepada wartawan usai persidangan.

Peristiwa tersebut bermula saat Rio saat sedang berjalan-jalan di Mangga Dua, Jakarta Utara pada 12 Mei 2009. Saat hendak naik eskalator, kaki Rio terperosok eskalator hingga seluruh betisnya hancur. Lantas, Rio pun dilarikan ke Rumah Sakit Husada. Akibat peristiwa tersebut, Rio mengalami pincang dan cacat permanen.

Sebagian betisnya telah hilang sehingga kakinya pun mengecil. Rio kini berjalan pincang dengan bantuan sepatu khusus. Orangtuanya, Dedy Darmansyah dan Sri Marliani, lalu menggugat pihak-pihak terkait yang menyebabkan kelalaian.

(asp/anw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads