DetikNews
Selasa 11 Januari 2011, 08:16 WIB

Polri Dukung Desakan Keminfo Agar RIM Buka Server di Indonesia

- detikNews
Polri Dukung Desakan Keminfo Agar RIM Buka Server di Indonesia
Jakarta - Polri mendukung penuh desakan Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring agar Research In Motion (RIM) membuka server di Indonesia. Dengan dibukanya server RIM, memungkinkan untuk membantu mempermudah proses penyelidikan kepolisian.

\\\"Kebijakan pemerintah itu baik, dari aspek security juga dapat mendukung penegakan hukum di negara kita,\\\" kata Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar saat berbindang dengan detikcom, Selasa (11\/1\/2011).

Boy mengatakan, jika RIM membuka server di Indonesia diharapkan dapat membantu aparat kepolisian dalam mengungkap kasus yang berkaitan dengan telekomunikasi. Karena menurutnya, alat telekomunikasi bisa dijadikan barang bukti dalam penyelidikan.

\\\"Di negara kita, sangat memungkinkan alat bukti elektronik dapat mendukung penyidikan misalnya dalam kasus narkoba, korupsi dan lain-lain,\\\" katanya.

Boy menambahkan, posisi server RIM yang berada di luar negeri tentu menyulitkan proses penyidikan ketika sudah berkaitan dengan smartphone BlackBerry. \\\"Bisa saja BlackBerry ini dimanfaatkan oleh orang untuk berbuat kejahatan. Oleh karena itu, keberadaan server RIM di Indonesia tentu dapat mempermudah proses penyidikan,\\\" jelasnya.

Sebelumnya, Menkominfo Tifatul Sembiring mengeluarkan ultimatum terhadap RIM agar menutup seluruh akses situs porno yang masih bisa dibuka di setiap ponsel BlackBerry yang digunakan di Indonesia.

Dalam ultimatumnya, vendor asal Kanada itu diberi tenggat waktu selama dua minggu. Jika sampai 17 Januari 2011 akses terhadap situs porno tak juga ditutup, maka enam operator yang menjadi mitra RIM akan diminta untuk menghentikan layanan BlackBerry.

Melalui akun twitternya, @tifsembiring, Minggu (9\/1) lalu, Tifatul mengeluarkan 8 poin alasan ultimatumnya itu. Alhasil, akun twitter Tifatul kebanjiran protes para pengguna BlackBerry.

\\\"Kalau ada nasionalisme di dada kita & ingin menjadi bangsa berwibawa, pasti sebagian kita akan setuju poin-poin yang saya sampaikan tentang RIM,\\\" demikian Tifatul dalam postingan twitter-nya.




(mei/her)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed