"Pembangunannya sudah selesai dalam waktu dekat sudah bisa difungsikan. 2-3 Hari ke depan mungkin sudah bisa digunakan oleh masyarakat," ujar Kepala Bidang Jembatan Dinas Pekerjaan Umum, Novizal saat berbincang dengan detikcom, Selasa (11/1/2011).
Menurut novizal, jembatan di atas kali Ciliwung tersebut telah rampung pembangunannya, namun penggunaannya baru bisa dilakukan bila sudah ada rambu-rambu dan marka di sepanjang jembatan. Pembuatan rambu-rambu lalu lintas dan marka jalan menjadi tanggung jawab Dinas Perhubungan (Dishub) DKI.
"Jadi tinggal menunggu rambu-rambu dan marka jalan, dan kita sudah koordinasi dengan Dishub. Pembuatan rambu sedang dilakukan dan rampung dalam 2 hari kedepan," terangnya.
Setelah di fungsikan, jembatan lama yang berada di bawah jembatan baru tersebut akan dibongkar. Hal itu dikarenakan jembatan yang lama kerap menyebabkan banjir saat Kali Ciliwung meluap.
"Jembatan itu aset Kementerian Pekerjaan Umum (PU), nantinya akan dibongkar dan bisa dialihkan ke wilayah lain yang membutuhkan jembatan. Jembatan itu kita tinggikan bukan karena macet, tapi untuk mengatisipasi banjir," terangnya.
Pembangunan jembatan Kalibata tersebut memakan waktu kurang lebih setahun dan menelan dana Rp 58 miliar. Dengan dibangunnya jembatan tersebut diharapkan lalu lintas tidak terganggu meski kali Ciliwung dibawahnya meluap.
"Mudah-mudahan kemacetan juga menjadi berkurang, karena jembatan sudah hampir bisa digunakan. Karena selama pembangunannya, di kawasan itu menjadi macet," imbuhnya.
(her/mei)











































