"Tidak ada pihak manapun yang boleh mempolitisasi jabatan ini. Kita sudah sepakat membangun Polri yang profesional. Polri yang kuat itu tanpa intervensi," kata anggota Kompolnas Novel Ali saat berbincang dengan detikcom, Senin (10/1/2011).
Menurut Novel, pemilihan Wakapolri memang sepenuhnya kewenangan Kapolri. Namun, dosen Ilmu Komunikasi Undip ini mengimbau agar Kapolri Jenderal Timur Pradopo mendengar suara dari berbagai pihak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Novel mengatakan, sejumlah jenderal dinilai layak untuk menjadi Wakapolri. Namun dirinya enggan menyebut nama-nama itu.
"Ada kok jenderal-jenderal yang baik dan bersih. Kalau Kapolri mau kita bisa carikan pertimbangannya," imbuhnya.
Jabatan Wakapolri biasanya diisi oleh Pati Mabes Polri yang sudah senior. Saat ini muncul beberapa nama calon Wakapolri antara lain Kabaharkam Komjen Pol Fajar Prihantoro, Irwasum Komjen Pol Nanan Soekarna, Wakabareskrim Irjen Pol Dikdik Mulyana Arief, Kalemdikpol Komjen Pol Imam Sudjarwo dan Kapolda Sumut Irjen Pol Oegroseno.
(ape/her)










































