"(Kasus pelantikan Walikota Tomohon) menujukkan ini negeri penuh dengan lelucon. Kasus Gayus itu mbahnya lelucon," ujar mantan Ketua PP Muhammadiyah, Syafii Maarif, di Gedung PP Muhammadiyah, Jl Cikini, Jakarta Pusat, Senin (10/1/2011).
Pria yang akrab disapa Buya ini, menganggap semua orang di negara ini tidak ada lagi serius untuk mengurusi suatu masalah. Akhirnya, rakyat kecillah yang menjadi korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun kasus plesiran Gayus dianggap sebagai mbah lelucon, Syafii masih menyisakan sedikit pujian untuk Gayus. Di mata Syafii, Gayus tetap berjasa membongkar kebobrokan mafia di Ditjen Pajak dan orang-orang yang ada dibelakangannya.
"Gayus juga berjasa, dia bongkar. Ia salah, itu jelas. Tapi tetap mau bongkar apa yang dilakukan. Bongkar siapa aja (yang terlibat -red). Tapi walaupun begitu kepada Kejaksaan dan Kepolisian kita harapkan juga begitu jangan berputus asa dan perlu perbaiki," imbuh pria yang juga Ketua Maarif Institude.
Sebagai tokoh agama, Syaffi juga tidak akan membiarkan penegakan hukum di bangsa ini semakin bobrok.
"Kita berupaya, tapi kita jangan diam melihat kebohongan pengkhianatan. Maka kita bicaralah," ungkapnya
(lia/lh)










































