"Sudah dua pekan ini libur Mas," kata seorang nelayan yang ditemui di dekat Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, Senin (10/1/2011).
Berdasar pantauan reporter detikcom, puluhan kapal tampak diparkir di muara dekat pelabuhan. Sejumlah nelayan nongkrong di warung-warung, sebagian sibuk dengan kapalnya. Hanya satu dua kapal berukuran sedang yang melintas menuju perairan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau nggak nyari ikan, biasanya kita melayani orang yang mau berwisata, lihat-lihat panorama sekitar pelabuhan," ungkap lelaki berkumis tipis ini.
Ditemui secara terpisah, Kepala Bagian Data dan Informasi BMKG Semarang, Evi Lutfianti, memperkirakan, ombak setinggi lebih dari 2 meter akan terjadi hingga pekan depan. Hal itu dipengaruhi musim muson darat.
"Bisa saja, kondisi ini berlangsung lebih lama. Jadi memang sebaiknya nelayan tidak melaut dahulu," jelasnya saat dihubungi melalui ponsel.
Evi menjelaskan, akibat perbedaan tekanan udara daratan Asia dan Australia, kecepatan angin di laut Indonesia bisa mencapai 20 Km per jam. Sedangkan di darat berkisar antara 10 - 15 Km per jam.
"Makanya, ombak di laut cenderung tinggi. Nelayan harus waspada," imbaunya.
(try/lh)











































