"Masyarakat justru menjadikan banjir lahar dingin sebagai tontonan, padahal berbahaya sekali. Sama halnya kalau menonton kebakaran. Kalau ada ledakan, kan, berbahaya," kata Kepala Pusat Vulkonologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM Surono kepada detikcom, Senin (10/1/2011).
Menurut pria yang diberi nama panggilan "Mbah Rono" oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini, hampir seluruh sungai yang berhulu di puncak Merapi harus diwaspadai, karena sangat berbahaya. Pihaknya telah mengeluarkan semacam warning atas kondisi tersebut.
"Hati-hati. Bagi penambang pasir, kalau ada hujan segera menyingkir. Jangan sampai keselamatan jiwa mereka terancam. Demikian juga warga yang berada di bantaran sungai harus dievakuasi," ujarnya.
Mbah Rono menjelaskan, material yang dimuntahkan oleh Gunung Merapi pasca letusan pada Oktober 2010 yang lalu besar sekali, sekitar 150 juta meter kubik. Material itu tidak akan berhenti mengalir ke bawah seiring dengan berlangsungnya musih hujan yang diperkirakan baru berakhir pada bulan Maret mendatang.
"Curah hujan cukup tinggi, sehingga tidak menutup kemungkinan banjir lahar dingin akan terus sampai akhir musim hujan. Menurut BMKG, hujan masih akan berlangsung hingga akhir Maret," ungkapnya.
Dengan menggandeng sejumlah mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Mbah Rono mengatakan, ia sedang mengobservasi kandungan material yang dibawa oleh banjir lahar dingin.
"Kita terus melakukan pemantauan. Kita minta bantuan mahasiswa juga untuk mengobservasi banjir lahar, apakah air saja atau sampai membawa batu-batu besar," cetus Mbah Rono. (irw/fay)











































