Dihadang Polisi, Massa Kontra Bupati Gowa Mundur

Dihadang Polisi, Massa Kontra Bupati Gowa Mundur

- detikNews
Senin, 10 Jan 2011 11:16 WIB
Dihadang Polisi, Massa Kontra Bupati Gowa Mundur
Gowa - Massa dari Aliansi Rakyat Gowa Bersatu yang berunjuk rasa di depan kantor bupati Gowa, Sulsel dipukul mundur oleh aparat kepolisian. Mereka lalu bertahan di dekat Mesjid Syeikh Yusuf, yang berjarak 300 meter dari kantor bupati Gowa.

Pantauan detikcom, Senin (10/1/2011), pukul 12.00 WITA,  massa yang berjumlah sekitar 100 orang ini dipukul mundur oleh Pasukan Huru Hara (PHH) setelah sebelumya terlibat perang batu dengan pegawai kantor bupati.

Agar tak merangsek maju lagi ke kator bupati, sekitar 100 orang anggota PHH membentuk barisan di samping Masjid Syeikh Yusuf. Mereka dilengkapi dengan helm pelindung dan tameng.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Massa yang kontra dengan bupati Gowa, Ichsan Yasin Limpo ini masih tetap berkerumun di samping masjid. Sebagian di antaranya membawa tombak dan senjata pusaka milik kerajaan Gowa.

Sementara itu, puluhan pegawai kator bupati Gowa juga masih tetap berjaga-jaga di dalam halaman kantor bupati. Para PNS ini nampak memegang batu dan balok.

Sebelumnya, terjadi perang batu antara kubu kontra bupati dan pegawai kantor bupati yang berlangsung 20 menit. Bahkan, ada yang duel satu lawan satu. Namun bentrok ini akhirnya bisa diredakan oleh polisi.   
   
Akibat perang batu, seorang anggota polisi bernama Briptu Agus Daeng kena lemparan batu di mukanya. Agus kini masih di lokasi dan belum dibawa ke rumah sakit.

Massa Aliansi Rakyat Gowa Bersatu berunjuk rasa meminta agar bupati dicopot akibat kasus ijazah palsu. Unjuk rasa ini masih kelanjutan sengketa pilkada antara kandidat Andi Maddusila melawan Ichsan Yasin Limpo yang merupakan adik Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Andi Maddusila kalah dalam pilkada itu.

(gun/asy)


Berita Terkait