Golkar Nilai Pelantikan Walikota Tomohon Tak Langgar Etika

Golkar Nilai Pelantikan Walikota Tomohon Tak Langgar Etika

- detikNews
Senin, 10 Jan 2011 10:58 WIB
Jakarta - Pelantikan terdakwa kasus korupsi APBD, Jefferson Rumajar, sebagai Walikota Tomohon dinilai tidak etis oleh sejumlah kalangan. Meski demikian Golkar tetap menanggap hal tersebut masih sesuai etika selama tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku.

"Golkar tidak pernah membahas etis atau tidak etis, selama sesuai aturan ya sah-sah saja," ujar kata Ketua DPP Partai Golkar, Ade Komaruddin, sebelum rapat paripurna di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/1/2011).

Menurut Ade, pihaknya tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Akan tetapi Golkar, sambung dia harus lebih memperketat rekrutmen kader yang dicalonkan menjadi penyelenggara negara seperti kepala daerah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rekrutmen Golkar bukan hanya survei, walau itu jadi patokan. Memang kita ada juga yang kecolongan. Nanti dalam rekrutmen akan ditambahkan rekam jejak sebagai calon penyelenggara negara," sambungnya.

Seperti diketahui, pada Jumat (7/1) pekan lalu, Jefferson bersama wakilnya Jimmy Erman dilantik di Kemendagri oleh Gubernur Sulawesi Utara, Sarundayang. Di dalam sambutannya, Sarundayang mengatakan Jimmy dalam waktu singkat akan menjabat sebagai plt Walikota, karena Jefferson harus mendekam di tahanan sampai proses hukumnya selesai.

Sebelumnya, pada tanggal 14 Juli 2010, KPK telah menetapkan Jefferson sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyalahgunaan APBD Kotamadya Tomohon pada tahun 2006-2008. Kasus tersebut sudah diusut di KPK sejak tahun 2009. Sidang perdana Jeffeson telah dilaksanakan di Pengadilan Tipikor, Senin (3/1) lalu.

(fjr/lh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini