4 Alat Berat Keruk Jalan Magelang-Yogya

4 Alat Berat Keruk Jalan Magelang-Yogya

- detikNews
Senin, 10 Jan 2011 10:48 WIB
4 Alat Berat Keruk Jalan Magelang-Yogya
Magelang - Sebanyak empat alat berat diturunkan untuk membersihkan material lahar dingin berupa pasir, batu-batu besar dan lumpur setinggi tiga meter. Material ini menimbun sepanjang 700 meter jalan raya Magelang-Yogyakarta.

Pantauan detikcom, Senin (10/1/2011) ada 3 backhoe dan satu buldozer yang diturunkan ke jalanan untuk membersihkan material Merapi. Namun, upaya pembersihan dipastikan tidak akan selesai pada hari ini. Sebab,terjangan banjir lahar dingin yang meluap di Kali Putih membawa material sekitar lima kali lebih besar dibanding banjir lahar dingin yang sebelumnya.

Pernyataan itu disampaikan oleh Pengawas atau Mandor Operator Alat Berat Yanto Brewok saat ditemui detikcom di sekitar jembatan Kali Putih yang sudah terendam material lahar dingin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari perusahaan kami, ada empat alat yang dikeluarkan di sini. Untuk pengerjaan bisa 1x24 jam bisa dua hari ke depan baru jalan bisa terbuka kembali," tegas Yanto.

Yanto menyatakan, sejak awal banjir lahar dingin, sudah tujuh alat berat diterjunkan untuk membersihkan dan mengeruk jalan. Namun, 4 backhoe rusak karena saking banyaknya material lahar dingin dari puncak lereng Merapi.

Sementara, ratusan truk-truk penambang pasir bersiaga di sepanjang Jl Raya Magelang-Yogyakarta, siap mengangkut pasir untuk dijual. "Penjualan ini kami lakukan dengan mengisi kas desa sebanyak Rp 100 ribu, membayar tenaga slenggrong (pengerukan-red) ke atas truk Rp 150 ribu," tegas Yanto.

Kapolres Magelang AKBP Kif Aminanto menjelaskan, polisi masih berupaya keras untuk membuka jalan dan menjaga warga yang mendatangi lokasi banjir lahar dingin di Kali Putih dan sekitarnya. Polres Magelang menurunkan 125 personel untuk berjaga dan menghalau ribuan warga yang ingin mendekat ke lokasi lahar dingin yang sudah mengubur Dusun Gempol, Kecamatan Salam, Magelang. 

Untuk kelancaran lalu lintas, kendaraan diarahkan ke dua jalur alternatif. Dua jalur alternatif itu adalah melalui Kecamatan Ngluwar dan Kecamatan Srumbung.

"Lewat Kecamatan Ngluwar dan lewat Kecamatan Srumbung. Untuk truk-truk besar sengaja kami parkir di tepi jalan yang lapang. Sebab mereka kami suruh berputar arah melalui Purworejo mereka tidak mau, dan kami tepikan dan parkirkan di pinggir-pinggir jalan yang mempunyai tanah lapang," tegas Kif Aminanto.       

Sejauh ini, baru ada satu korban jiwa yaitu Sumiyati (66) warga Dusun Jetis, Desa Sirahan, Kecamatan Salam, Magelang. Nenek meninggal akibat diterjang lahar dingin dan tidak mampu menyelamatkan diri karena memakai selendang jarik.

Kif menghimbau kepada warga agar berhati-hati dan selalu waspada. Polres Magelang mengimbau agar warga tidak mengajak anak-anak beserta keluarganya untuk melihat banjir lahar dingin, untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. Polisi mengingatkan kalau ini adalah bencana alam dan bukan tontonan.

(fay/fay)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads