"Sekarang situasi sudah mulai kondusif kembali. Masyarakat sudah merasa aman lagi. Tapi kita masih jaga-jaga terus," kata Kapolsek Tanjung Duren Kompol Arif Budiman saat dihubungi detikcom, Senin (10/1/2011).
Menurut Arif, ada sekitar 30 polisi dari Polsek Tanjung Duren yang sudah mengamankan lokasi agar tetap kondusif. Pengamanan tidak hanya dari Polsek, tapi personel Polres Jakarta Barat juga siaga di lokasi tawuran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arif mengatakan, hingga kini polisi masih terus menyelidiki orang-orang yang terlibat dalam tawuran. Tawuran ini mengakibatkan Kabag Operasi Polres Jakbar terluka. Belum ada satu orang tersangka pun yang ditangkap.
"Semua masih penyelidikan. Belum ada tersangka dan yang ditangkap. Masih kita selidiki terus," jelasnya.
Sebelumnya tawuran antar dua kelompok warga ini terjadi mulai pukul 17.00 WIB dan baru berhasil dibubarkan sekitar pukul 22.00 WIB. Tawuran ini sempat membuat ruas Jl Daan Mogot ditutup. Bentrok awal terjadi dari sebuah diskotek di Jl Jelambar.
Awalnya satu kelompok tengah melayat seorang temannya di kawasan Jelambar. Kelompok ini berjalan sambil menggeber-geber gas motor. Situasi ini membuat kelompok yang lain yang menguasai wilayah tersebut kesal.
Akhirnya kelompok penguasa Jelambar ini memukul salah seorang pelayat. Kelompok pelayat pun tak terima akhirnya terjadi keributan. Puluhan orang pun mengalami luka-luka dan 20 motor hancur. Pusat lokasi tawuran tersebut terletak di sebuah komplek BNI di Jl Tubagus Angke. Di dalam komplek, memang menjadi markas salah satu ormas.
(gus/asy)











































