"Yang luka puluhan. Saat ini sudah dibawa ke RS Atma Jaya. Kalau mobil tidak ada yang dirusak, tapi motor ada 20an," ujar seorang polisi yang berjaga di lokasi bentrok, Minggu (9/1/2011) malam.
Pusat lokasi tawuran tersebut terletak di sebuah komplek BNI di Jl Tubagus Angke. Di dalam komplek, memang menjadi markas salah satu ormas. Batu-batu masih tampak berserakan di jalan raya, namun motor-motor yang dirusak telah diamankan polisi sebagai barang bukti.
"Penyebabnya memang dendam lama. Anggota salah satu ormas melayat temannya. Kebetulan lokasinya ada di daerah kekuasaan ormas musuhnya. Saat itu yang melayat dipukuli. Tidak terima, mereka akhirnya balas menyerang," jelas polisi tersebut.
Pantauan detikcom, puluhan personel polisi masih menjaga lokasi tawuran tersebut. Tampak juga personel Brimob bersenjata laras panjang. Lokasi tawuran masih mencekam dan warga masih enggan keluar rumah karena takut.
Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Yazid Fanani yang memantau di lokasi mengaku pihaknya masih menyelidi kasus ini. Dia enggan mengungkapkan detil jumlah korban dan penyebab tawuran.
"Kami akan selidiki kasus ini," ucapnya singkat.
(rdf/rdf)











































