Beberapa material lahar dingin seperti batu besar, pasir dan puing-puing pohon maupun rumah ikut terbawa arus. Material tersebut menumpuk sekitar 2 meter.
Menurut salah satu warga Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Syukur, 49 tahun. Dirinya menerima informasi dari Bantuan Komunikasi (BanKom) Polres Magelang bahwa hujan deras turun di kawasan puncak Merapi pukul 18.30. Sekitar 15 menit kemudian, banjir lahar dingin meluap dari jembatan Kali Putih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah warga sekitar Kali Putih dievakuasi, Tim SAR bersama BanKom menghalau ratusan warga yang ingin menyaksikan banjir lahar dingin tersebut. Mereka diminta untuk menjauh sekitar 300 meter dari jembatan. Tim SAR dan BanKom sendiri menggunakan tali pembatas maupun alat seadanya seperti bambu untuk menjauhkan warga dari bahaya banjir lahar dingin.
Menurut pantauan detikcom, hujan gerimis masih mengguyur kawasan itu. Begitu pula dengan listrik yang masih padam sejak terjangan banjir lahar dingin sebelumnya. Terlihat pula sebuah motor milik warga yang sedang menonton banjir terjebak di kubangan lumpur dan pasir.
Pengamanan polisi pun dilakukan dengan menggunakan pengamanan 3 lapis. Lapisan pertama sekitar 300-400 meter dari Kali Putih menggunakan tali pembatas. Lapisan kedua sekitar 500 meter dari Kali Putih dilakukan oleh Tim SAR dan sebagian warga. Lapisan terakhir sekitar 800 meter dari Kali Putih dilakukan oleh polisi setempat untuk menghalau kendaraan yang akan melalui jalur tersebut.
Para pengguna kendaraan pun dialihkan melalui Kecamatan Muntilan menuju Desa Gunung Pring dan ke arah Desa Ngluwar. Perjalanan kemudian diteruskan dengan menggunakan jalur alternatif menuju Kulon Progo atau sekitar 20 km ke arah Yogyakarta.
Saat ini tak hanya Kali Putih yang arus banjir lahar dinginnya membesar. Kali Pabelan. Kecamatan Muntilan, Magelang pun dilaporkan mengalami hal yang sama. Para warga sekitar daerah itu diminta untuk waspada. (feb/rdf)










































