"Sebelumnya saya sudah perintahkan untuk mengadakan survei, baik survei ability to pay dan willingness to pay. Hasil survei tersebut sebenarnya menunjukkan pengguna kereta api tidak keberatan, makanya kemarin kita lakukan pemberlakukan tarif baru. Tetapi dari evaluasi kemarin, ternyata sebagian masyarakat banyak yang masih keberatan," kata Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan.
Hal itu disampaikan Tundjung dalam jumpa wartawan di kantor Kemenhub, Jl Medan Merdeka Barat, Minggu (9/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditanya sampai kapan penundaan berlaku, Tundjung tidak bisa memastikannya. "Nanti akan kita lihat perkembangannya, masih perlu waktu. Saya tidak bisa menentukan. Tapi dalam waktu dekat akan kembali kita lakukan perhitungan," kata Tundjung.
Seperti diketahui, tarif kereta api kelas ekonomi yang mulai Sabtu (8/1) kemarin naik berkisar antara Rp 500 hingga Rp 8.500 dibatalkan. Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan hal itu bukan pembatalan, tapi penundaan.
(adi/lrn)










































