"Periksa saja, PSSI harus bersikap terbuka, transparan. Siapa saja yang salah tidak usah takut. Kalau takut orang akan berasumsi PSSI salah," kata Jimmly usai melayat Widyatmoko, di Jl Bukit Golf/PA 10, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (9/1/2011).
Menurutnya, pengurus PSSI tidak perlu khawatir dengan sikap KPK tersebut jika merasa tidak ada yang disembunyikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau toh ada yang salah, siapa saja yang salah KPK tidak usah takut," ujarnya.
Sebelumnya, KPK akan mengusut anggaran dana dari APBN/APBD terkait penggunaannya untuk kegiatan yang dilakukan PSSI. KPK berharap anggaran dana tersebut bisa digunakan maksimal untuk kegiatan olahraga. KPK akan menelusuri mulai dari pengurus asosiasi olahraga hingga klub-klub sepak bola.
"Nanti kita telusuri hingga ke klub-klub, apakah jumlah alokasinya sama dengan yang digunakan. Kalau itu sama agar dilaporkan secara transparan, misalnya sisa dana di sana dialokasikan ke mana itu akan jelas, jangan sampai luput yang jumlahnya tidak sebesar gratifikasi. Jangan sampai terkesan kita hanya menyusuri dana yang kecil," ujar wakil KPK bidang pencegahan M Jasin, Kamis (6/1/2011) lalu.
(ahy/lrn)











































