Dengan adanya jaminan tersebut, maka negara telah menempatkan pilar terpenting dari kemampuan kita untuk berdiri di atas kaki sendiri (berdikari) di bidang ekonomi.
Demikian pernyataan refleksi akhir tahun 2010 Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di bidang ekonomi lewat rilis yang diterima detikcom, Minggu (9/1/2011)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara statistik, telah terjadi peningkatan prestasi makro ekonomi, namun di ujung ekstrem yang lain, kita mendengar suara rintihan bagian terbesar rakyat kelas bawah yang semakin terhimpit secara ekonomi dan tercampak secara sosial," kata Megawati.
"Kita mencatat bagaimana tingkat kemiskinan terus bertahan. Sementara angka pengangguran terus bertahta angkuh pada tingkat yang mencemaskan, seakan ingin mengejek kita sebagai bangsa kuli," kata Presiden kelima RI ini.
Megawati menambahkan, dalam perspektif ekonomi nampak kondisi yang secara ideologis berseberangan dengan cita-cita 'keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia'. Kondisi ini, lanjutnya, merupakan lahan yang sangat subur bagi berseminya benih-benih ketidakpuasan yang bisa berubah menjadi kekuatan yang mengancam persatuan bangsa.
"Arah pembangunan dan pengelolaan ekonomi yang bertumpu pada mekanisme pasar telah membikin pemerintah lalai akan fungsi distribusi yang berkeadilan. Sudah saatnya kita canangkan kembali cita-cita kemakmuran yang berkeadilan sebagai skala prioritas tertinggi," kata Megawati.
(lrn/vta)











































