Menurut Deputi Polisi Perbatasan Iran, Ahmad Garavand, pihaknya telah menangkap mata-mata asal AS di Kota Jolfa, yang berbatasan dengan Azerbaijan, seperti dilansir kantor berita Fars dan Mehr.
Kantor berita Fars melaporkan nama wanita tersebut Hal Talayan, sementara Mehr dan kantor berita Iran, ISNA, menyebut nama wanita tersebut Hal Falayan (34).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut petugas perbatasan, wanita AS tersebut ditangkap pada 5 Januari saat dia menyamar sebagai turis, padahal dia punya misi sebagai mata-mata untuk agen AS," imbuhnya.
Pada Kamis (6/1/2011), kantor berita Fars melansir seorang wanita bernama Hal Talayan telah ditangkap di perbatasan Iran-Armenia.
Setelah itu, televisi berbahasa Arab Iran, Al-Alam melalui sumber yang mereka dapatkan melaporkan seorang wanita ditolak saat hendak memasuki perbatasan Iran dengan Armenia pada minggu lalu karena masalah visa.
"Dia melakukan pendekatan kepada petugas keamanan perbatasan, tetapi dia tetap tidak mendapatkan visa. Dia tidak punya otoritas untuk masuk Iran, sehingga dia dikembalikan ke Armenia," demikian isi laporan televisi Al-Alam.
Tidak ada reaksi keras dari Amerika Serikat atas penangkapan ini.
Sementara kantor berita ISNA melalui ucapan Garavand mengatakan, wanita AS tersebut diberi tugas oleh Amerika untuk mengabadikan perbatasan Iran-Armenia melalui video.
"Dia memfilmkan pasar-pasar di perbatasan, serta kantor polisi Jolfa," ujar Garavand.
"Dia ditangkap di perbatasan Jolfa oleh biro intelijen. Saat ditangkap dia membawa alat-alat untuk membuat film," imbuhnya.
Talayan adalah warga AS keempat yang ditangkap di Iran dengan tuduhan mata-mata. Sebelumnya Sarah Shourd, Shane Bauer dan Josh Fattal ditangkap atas tuduhan yang sama.
(anw/anw)










































