Abdullah Badawi Bantah Bantu Tutupi Kasus Dugaan Pemerkosaan oleh Rais

Abdullah Badawi Bantah Bantu Tutupi Kasus Dugaan Pemerkosaan oleh Rais

- detikNews
Sabtu, 08 Jan 2011 21:04 WIB
Abdullah Badawi Bantah Bantu Tutupi Kasus Dugaan Pemerkosaan oleh Rais
Kualalumpur - Mantan Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi membantah telah membantu menutupi kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh Menteri Komunikasi dan Budaya Malaysia, Datuk Seri Rais Yatim, empat tahun lalu.

Pria yang akrab disapa Pak Lah ini mengatakan dirinya tidak tahu menahu tentang adanya insiden yang terjadi saat dia menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia.

"Saya tidak tahu tentang itu. Saya tidak mengira tentang adanya tuduhan tersebut," katanya usai menghadiri kuliah umum oleh Abdullah Yusuf Ali di Universitas Mahsa, Malaysia kemarin, seperti dilansir Thestar, Sabtu (8/1/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pak Lah mengatakan Rais Yatim telah membantah tuduhan itu. Dia pun meyakini mantan bawahannya tersebut tidak melakukan perbuatan senonoh kepada pembantunya yang seorang WNI.

Dia pun berharap kepada pihak yang berwenang untuk segera melakukan tindakan kepada pihak-pihak yang diduga menghembuskan tuduhan-tuduhan terhadap Rais.

Pada Rabu (5/1/2011), Rais telah membantah tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Menurut Rais, tuduhan-tuduhan itu muncul dalam blog kelompok oposisi Malaysia, yang mengatakan dia telah memperkosa WNI yang menjadi pembantunya pada tahun 2007.

Kabar pemerkosaan terhadap mantan pembantu Yatim bernama Rubingah (46) asal Banjarnegara, diramaikan salah satu situs berita oposisi Malaysia, Harakah Daily. Harakah mengklaim ada bocoran WikiLeaks terkait hal itu, seperti ditulis seorang blogger Malaysia, Rocky Bru.

Namun diduga itu pelintiran Harakah yang menjadi oposisi UMNO. Sebab, Bru tidak menyebut demikian di blognya. Seperti dilansir detikcom dari blognya, yang berjudul 'Wikileaks: Malaysian senior politician and his maid?', Bru mengatakan sejauh ini kasak-kusuk WikiLeaks adalah diskusi antar blogger. Bru yang mantan Pemimpin Redaksi The Malaysia Mail pun belum tahu apakah benar ada bocoran WikiLeaks soal kasus perkosaan ini.

Bru hanya memberikan tautan dokumen lain yang bukan WikiLeaks. Dokumen itu adalah laporan investigasi lembaga pembela hak-hak pekerja asal Indonesia, Migrant Care. Dokumen Migrant Care ini juga yang menjadi modal pihak oposisi mengkritisi Rais Yatim, misalnya saja dari Solidariti Anak Muda Malaysia (SAMM).
(anw/anw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini