"Ada 4 catatan ya tentang capres ini, saya hanya mengatakan fakta saja," ujar Ara, panggilan akrab Maruarar, usai menjenguk Taufiq Kiemas di RS MMC, Jl HR Rasuna Said,
Kuningan, Jakarta, Sabtu (8/1/2011).
Pertama, merujuk survei IndoBarometer bahwa secara konstitusional SBY tak bisa maju kembali dan kemungkinan digantikan Ani Yudhoyono dan Anas Urbaningrum. Kemudian popularitas tokoh-tokoh lain seperti Aburizal Bakrie, Wiranto dan Muhaimin Iskandar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, internal PDIP sendiri solid mendukung Mega jadi ketum. Ada 500 DPW/DPC kabupaten/kota yang mendukung. Investasi politik Mega, dinilai Ara, sudah panjang
dan dalam.
Ketiga, adalah faktor kesehatan Mega. Selama 2010, Ara mendampingi Mega berkeliling Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan dan Sulawesi.
"Dan secara fisik kesehatan Bu Mega sangat sehat. Tidak pernah sakit selama kunjungan itu," jelasnya.
Keempat, adalah faktor apresiasi masyarakat internasional yang tinggi. Dalam Pemilu 2004 pun, kendati tak menang, Mega dinilai berhasil menjaga suasana demokratis.
Bagaimana dengan wacana yang dilontarkan TK sebaiknya yang menjabat Presiden yang muda? "Ya kita hormati pandangan Pak Taufiq, tapi menjadi Presiden bukan soal tua-muda. Yang pasti sesuai UU, kesehatan dan tahu agenda apa yang akan dibawa," jawabnya.
Ara mengatakan Mega menyerahkan semua itu pada mekanisme partai. Mega juga akan berpidato pada Ultah PDIP ke-38, Senin (10/1/2011) lusa di kantor DPP, Jl Lenteng Agung.
(nwk/ken)











































