"Kami secara resmi mengusulkan pembukaan awal pembicaraan dan tanpa syarat antara otoritas Utara dan Selatan," demikian pernyataan Komite Korut untuk Reunifikasi Damai Korea seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (8/1/2011).
"Otoritas Korsel harus membuang perasaan waswas yang tidak perlu, membuka hati mereka dan dengan positif merespons tawaran dan langkah Korut," demikian disampaikan seperti dikutip kantor berita resmi Korut, KCNA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korut hari ini juga menyatakan akan membuka kembali perwakilan di kota Kaesong dekat perbatasan. Perwakilan tersebut selama ini digunakan untuk memfasilitasi kerja sama ekonomi antar dua Korea.
Sebelumnya pemerintah Amerika Serikat dan Korsel telah menyatakan, tak akan ada pembicaraan kecuali bisa dipastikan akan adanya kemajuan dalam meredakan ketegangan dan menghentikan ambisi nuklir Korut.
Ketegangan dua Korea sempat memuncak ketika Korut melancarkan serangan artileri ke wilayah Korsel. Serangan itu menewaskan dua warga sipil dan dua marinir Korsel.
Pemerintah Korsel pada Mei 2010 lalu menghentikan hampir semua hubungan ekonomi lintas batas sebagai balasan atas tindakan Korut yang menenggelamkan kapal selam Korsel pada Maret lalu. Pemerintah Korut membantah telah menyerang kapal selam Korsel tersebut. Korut pun merespon dengan menutup perwakilannya di kota Kaesong.
(ita/ita)











































